Apa Bohong Termasuk Tanda Cinta? Ini Jawabannya | Breaktime
Apakah Bohong Termasuk Tanda Cinta? Ini Jawabannya
12.01.2016

B’timers pasti setuju dengan kalimat: Cinta adalah tentang kepercayaan dan kejujuran. Maka demi menjaga kesucian dan kesejatian cinta, setiap orang berusaha untuk selalu jujur dan terbuka terhadap pasangan. Kenyataannya, pasangan yang saling mencintai pun tidak bisa menjamin hubungannya seratus persen bersih dari kebohongan. Lantas, benarkah bohong juga termasuk tanda cinta?

Kadang berbohong dilakukan untuk menjaga perasaan

Banyak alasan yang mendorong pasangan melakukan kebohongan. Ada yang berniat berbohong karena menjaga perasaan pasangan dari kebenaran yang dianggap menyakitkan. Ada juga yang berbohong hanya demi mengamankan dirinya dari pandangan buruk pasangan setelah melakukan kesalahan fatal. Alasan klasiknya, mereka berbohong adalah demi menjaga hubungan tetap aman dan berjalan lebih lama.

Mengucapkan kebohongan demi menjaga perasaan pasangan atau untuk membuat pasangan bahagia biasa disebut dengan white lie atau kebohongan putih. White lie juga sering sekali diucapkan oleh orang tua kepada anaknya karena tak ingin membuat sang anak merasa sedih. Kebohongan ini biasanya murni karena keterpaksaan di mana kita menyadari, menyampaikan kebenaran justru akan memperburuk hubungan dan keadaan.

Apa Bohong Termasuk Tanda Cinta? Ini Jawabannya | Breaktime
Kebohongan putih adalah hal yang manusiawi dan semua orang melakukannya

Berbohong sebenarnya bukan merupakan tanda cinta

Namun, bohong tidak lagi berlaku sebagai tanda cinta jika dilakukan oleh seseorang yang hidupnya selalu dipenuhi kebohongan. Artinya, orang tersebut tentu tidak benar-benar ingin membina hubungan yang baik dengan pasangan. Segalanya yang dilakukan hanya demi kesenangan pribadi, namun selalu berbohong dan tidak terbuka terhadap pasangannya. Orang seperti ini adalah contoh orang yang berbohong demi mencari aman.

Kabar baiknya, entah itu white lie maupun black lie, mau tidak mau kita harus realistis bahwa nyatanya kebohongan dilakukan demi menjaga hubungan agar tak retak, agar tak kehilangan pasangan dan agar bisa melanjutkan hidup bersama lebih lama lagi. Ya, dan tidak jarang kita kadang lebih senang mendengar kebohongan karena kita tahu kebenaran yang ada hanya akan membuat kita merasa sakit.

Kenyataannya, memang tidak mudah bagi siapa saja untuk konsisten terhadap kejujurannya dalam setiap situasi. Namun berbohong terus-menerus meskipun dengan tujuan baik juga tidak dibenarkan. Bagaimanapun, berbohong tetaplah perbuatan yang tidak baik. Masih ada banyak cara yang lebih bersih untuk membuktikan perasaan cinta dan menjaga agar hubungan berjalan dengan baik. Cobalah untuk lebih transparan dan hindari melakukan perbuatan yang memicu kebohongan ya, B’timers. (nap)

Share This Article