Apa Kita Termasuk Orang yang Peka Atau Tidak? | Breaktime
Apa Kita Termasuk Orang yang Peka Atau Tidak? Ini Jawabannya
08.01.2016

“Ah, dasar kamu tidak peka!”

Kalimat itu sesekali pernah atau mungkin sering B’timers lontarkan kepada orang lain yang tidak memahami perasaan Anda. Tapi, apa hanya karena kurang memahami perasaan Anda, lalu orang tersebut langsung dicap sebagai orang yang tidak peka? Terkadang, B’timers juga menemui orang-orang yang dirasa terlalu peka. Sebenarnya seperti apa ciri orang yang peka atau tidak? Apakah Anda termasuk dalam kategori peka atau tidak? Berikut ciri-ciri orang yang peka terhadap sekitarnya:

  • Persepsi Sensorik Seimbang

B’timers yang peka memiliki sensor indra yang sangat kuat. Tidak hanya kelima indera namun juga perasaan yang sangat peka, sehingga mudah berempati dan memberikan simpati terhadap suatu hal yang menyentuh. Bukan berarti Anda menjadi cengeng, tetapi B’timers lebih bisa menentukan pilihan dengan baik lewat indera yang Anda rasakan. Selain itu, biasanya orang-orang peka memiliki sifat yang bertolak belakang. B’timers bisa kreatif dan inovatif, namun juga bisa bersifat menggurui dan menolong dalam satu waktu.

  • Hidup Lebih Sehat

Anda memiliki apresiasi tinggi terhadap setiap perubahan yang terjadi dalam hidup. Tidak heran jika Anda memiliki koneksi lebih dengan hewan, tumbuhan, manusia, alam, dan semua makhluk hidup lainnya. Selain itu, B’timers lebih menghargai arti kehidupan sehingga cenderung memilih untuk hidup lebih sehat. Makan-makanan bergizi dan olahraga teratur selalu jadi prioritas hidup Anda.

Apa Kita Termasuk Orang yang Peka Atau Tidak? | Breaktime
Makanan organik jadi pilihan B’timers
  • Ambivert serta Tingkat IQ dan EQ yang tinggi

Ambivert adalah kondisi seseorang bisa berubah menjadi introvert dan ekstrovert dalam satu waktu. Kepribadian yang membingungkan ini bisa saja B’timers alami. Anda lebih tertarik untuk berbicara dari hati ke hati daripada terlibat percakapan palsu dengan banyak orang. Orang yang peka cenderung memiliki tingkat IQ dan EQ yang tinggi, tetapi bisa memiliki kecenderungan terkena disleksia, ADD, atau ADHD.

Apa Kita Termasuk Orang yang Peka Atau Tidak? | Breaktime
Kecerdasan Anda termasuk tinggi, lho!

Apakah Anda termasuk orang yang terlalu peka? Ya ataupun tidak, B’timers harus memahami bahwa menjadi orang yang terlalu peka bukanlah suatu kesalahan. Bersyukurlah karena sebenarnya dunia membutuhkan lebih banyak orang peka. 

Jika ada semakin banyak orang peka di dunia ini, tentunya gerakan memerangi kemiskinan dan anak jalanan akan lebih gencar, karena tingginya rasa empati terhadap mereka. Hutan-hutan juga lebih terjaga dari orang-orang usil. Perang juga terhindarkan dengan cara yang baik. Bukankah hidup lebih indah jika berada dalam kedamaian?

Share agar temanmu lebih peka terhadap dunia ini ya. (ft)

Share This Article