Anak Lambat Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung, Ada Apa? | Breaktime
Anak Sering Menoleh Kanan Kiri, Perlu Diwaspadai!
11.06.2015

Ketika B’timers memiliki buah hati usia SD, pasti obrolan seputar kelucuan mereka saat membaca, menulis, maupun berhitung menjadi obrolan yang menarik. Di antara obrolan tersebut, ada anak teman B’timers yang sudah terlihat menonjol, sedang, atau malah bisa dibilang lambat dalam belajar membaca, menulis, dan berhitung.

Awalnya keadaan ini memang bisa dimaklumi mengingat anak-anak memang identik dengan usia bermain. Namun, bila kejadian ini berlangsung cukup lama, tidakkah Anda curiga bahwa anak tersebut tengah mengidap disleksia?

Banyak orang yang kurang peka dengan penyakit ini. Bahkan, tak sedikit yang mengatakan bahwa anak yang lambat dalam membaca, menulis, dan berhitung dikategorikan sebagai anak bodoh. Padahal, menurut dr. Kristiantini Dewi, SpA, disleksia merupakan kelainan genetik berbasis neurologis.

Dampingi anak saat belajar dengan sabar
Dampingi anak saat belajar dengan sabar

Gangguan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan kebodohan, tingkat ekonomi, maupun motivasi belajar. Penyandang disleksia sebenarnya memiliki Intelegency Quotient (IQ) dalam tingkat normal atau bahkan di atas rata-rata. Mereka hanya mengalami kesulitan berbahasa, baik itu menulis, mengeja, membaca, ataupun berhitung.

Lalu, adakah tanda-tanda seorang anak mengalami disleksia? Menurut konsultan Neuropediatri dari Asosiasi Disleksia Indonesia, dr. Purboyo Solek, Sp A (K), disleksia biasanya diketahui pada anak usia 7 tahun. Secara umum gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Kesulitan membedakan sisi kanan dan kiri yang dialami anak saat usia 3 tahun
  • Terlambat bicara
  • Susah untuk konsentrasi
  • Susah untuk mengenali huruf dan mengejanya
  • Kesulitan membuat pekerjaan tulis yang terstruktur seperti esai
  • Beberapa huruf suka tertukar, seperti antara huruf “b” dan “d”, “p” dan “q”, “m” dan “w”, serta “s” dan “z”.
  • Kesulitan memahami kalimat yang dibaca ataupun yang didengar

Bila salah satu dari gejala tersebut memang terlihat dari buah hati teman ataupun buah hati sendiri, jangan ragu untuk membawa si Kecil ke dokter anak. Selain itu, temanilah anak saat ia belajar dan ajarkan ketrampilan menulis, membaca, dan berhitung dengan sabar dan penuh kasih sayang.

Share This Article