Alasan Kenapa Kita Harus Stop Menilai Orang Lain | Breaktime
Alasan Mengapa Kita Harus Stop “Menilai” Orang Lain
13.11.2015
“Judging a person does not define who they are, it defines who you are.”

Bisa dibilang, sudah manusiawi jika kita sering menilai atau membicarakan seseorang. Contohnya yang paling sederhana, seorang rekan kerja yang terlalu lama pergi beristirahat untuk makan siang, atau saat seseorang pernah membuat kita sakit hati. Rasanya B’timers sulit untuk tidak membicarakan mereka, bukan? Jika sudah begini, judging pun tak bisa dihindari.

Padahal, “menilai” seseorang hanya dari sudut pandang kita sebenarnya bukanlah hal yang baik. Sebab, terkadang ada alasan mengapa ia bersikap seperti itu, dan itu adalah alasan yang tidak bisa kita mengerti sama sekali. Nah, untuk menghindari sakit hati sendiri karena terlalu memikirkan orang lain, berikut yang bisa Anda lakukan:

Jangan menyalahkan diri sendiri

Setiap orang terlahir dengan insting bertahan. Jadi, saat mengalami kejadian tak menyenangkan, wajar bila kita terdiam, sulit memahami alasan di balik perbuatan orang lain yang membuat kita sakit hati. Ini sangat normal, yang perlu dilakukan adalah berhenti sejenak sebelum bertindak.

Sadar betul dengan keadaan

Meski nge-judge sudah jadi insting yang sangat natural, cobalah benar-benar menyadarkan diri sendiri sebelum berbicara atau melakukan sesuatu yang mungkin justru akan menyakitkan hati.

Menyadari masalah orang lain

Terkadang, saat seseorang tidak satu jalan dengan kita, itu membuat kecewa dan sakit hati. Padahal tak selalu itu karena kita. Setiap orang punya masalahnya masing-masing dan juga berjuang sama seperti kita. Mengapa tak berusaha saja lebih memahami orang lain?

Lihat segi positifnya

Ini membutuhkan latihan dengan waktu yang tidak sebentar. Sebab, pikiran kita secara natural cenderung berpikir ke arah yang negatif. Namun, kita bisa kok, selalu berusaha menemukan sisi positif dari diri seseorang.

Alasan Kenapa Kita Harus Stop Menilai Orang Lain | Breaktime
Berpikir lebih terbuka akan membawa Anda ke arah positif

Ulangi mantra “sama seperti saya”

Ingatlah, pada dasarnya setiap manusia memiliki sifat dan watak yang sama. Saat Anda sangat kesal dengan seseorang karena kesalahannya, ingat bahwa Anda juga pernah atau mungkin bisa saja melakukan kesalahan yang sama.

Berpikiran lebih terbuka

Ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak Anda suka, mungkin saja mereka menyelesaikan masalah dengan cara mereka yang berbeda dengan cara Anda. Justru ini seharusnya bisa membuat Anda berpikiran lebih terbuka dan menerima orang lain.

Lihatlah diri sendiri

Terkadang, kita menilai buruk seseorang karena ia melakukan sesuatu yang kita sendiri pernah melakukannya, lho. Contoh yang paling mudah, Anda marah ketika seseorang menyetir sembarangan di jalan, tanyakan pada diri sendiri, “Pernahkah aku menyetir dengan ngawur?”.

Yakinlah dengan diri sendiri

Yakin dan katakan pada diri sendiri, “Jika aku mencintai tubuhku, aku takkan membicarakan berat badan atau penampilan orang lain”. Kadang kita jadi saling berjauhan karena saling menjelek-jelekkan kekurangan masing-masing.

Setelah mengetahui cara-caranya, siapkah B’timers mengubah pemikiran dan menjadi lebih terbuka terhadap orang lain? (md)

Share This Article