13th Friday Simbol Kesialan Bagi Banyak Orang? | Breaktime
Alasan 13th Friday Menjadi Simbol Kesialan Bagi Banyak Orang
10.12.2015

B’timers, masih ingat peristiwa pengeboman di Paris bulan lalu yang bertepatan dengan hari Jumat tanggal 13? Banyak berita yang akhirnya mengaitkan hal tersebut dengan mitos black Friday, atau Jumat gelap.

Nah, sebenarnya kenapa sih, tanggal 13 yang jatuh pada hari Jumat dianggap sebagai kesialan?

Black Friday

Mitos Jumat tanggal 13 merupakan simbol kesialan sebenarnya sudah berkembang sejak lama, lho. Kita dapat menjumpainya dalam berbagai media. Bahkan dalam cerita-cerita di komik yang biasa dibaca buah hati kita juga sering mengangkat tema bahwa jika hari Jumat jatuh pada tanggal 13, entah itu di bulan apapun, disarankan untuk tidak keluar rumah. Dan mereka yang tidak percaya akan mitos tersebut sekalipun tetap akan ketiban sial.

Sebenarnya berkembangnya mitos tersebut berawal ketika penyaliban Jesus yang jatuh pada hari Jumat. Dan Stuart Vyse, seorang profesor dari Connecticut College mengatakan hari Jumat dikenal sebagai hari eksekusi bagi para penjahat, yang disebut sebagai hangman’s day.

Sementara itu, umat Hindu mempercayai jika ada yang berkumpul sampai berjumlah 13 orang, akan mengundang kesialan. Hal itulah yang akhirnya menyebabkan banyak masyarakat menghubungkan Jumat tanggal 13 merupakan hari setan.

Mitos lain mengungkapkan, penamaan ‘Friday’ sendiri berasal dari kepercayaan Yunani kuno, yaitu dewi Freya yang merupakan dewi kecantikan, kematian, perang, dan sihir. 

13th Friday Simbol Kesialan Bagi Banyak Orang? | Breaktime
Angka 13 yang bertepatan dengan hari Jumat dipercaya sebagai tanda hal buruk akan terjadi

Angka sial

Fakta angka 13 di banyak negara memang dianggap sebagai angka sial. Bahkan ada yang berusaha menghilangkan angka tersebut di gedung-gedung perkantoran, dengan tidak adanya lantai 13. Atau rumah, hotel, atau rumah sakit yang tidak menggunakan nomor 13.

Menurut Donald Dossey, penulis buku Holiday Folklore, Fobia, and Fun, mitos ini berawal dari mitologi kuno. Di Norwegia berkembang cerita bahwa para dewa mengadakan jamuan makan malam dengan mengundang 12 dewa. Namun yang datang ternyata berjumlah 13, yaitu Loki yang datang dan membunuh dewa Balder, dewa kebahagiaan.

Di ilmu numerolog pun dijelaskan bahwa angka 12 merupakan simbol dari kesempurnaan. Dari sanalah, muncul kepercayaan di mana angka 13 berkebalikan dengan angka 12, 13 adalah simbol kesialan.

Meskipun banyak yang menilai angka 13 sebagai angka sial, tapi di beberapa negara ada yang memiliki angka sial lain. Di Italia misalnya, angka 13 bahkan dianggap sebagai angka keberuntungan, dan dipercaya angka sial adalah angka 17. Di Jepang dan Korea angka 4 merupakan angka sial, karena jika dilafalkan bunyinya sama dengan kata kematian, yaitu ‘shi’.

Terlepas dari itu semua, black Friday sendiri hanyalah mitos atau kepercayaan yang berkembang di masyarakat luas. Sama seperti halnya kucing hitam yang berarti kesialan bagi yang melihatnya. Tapi tahukan Anda, ternyata banyak orang yang fobia terhadap black Friday, lho. Ketakutan akan hari Jumat tanggal 13 ini dinamakan parasevidekatriaphobia. Mau percaya atau tidak tentang black Friday ini, tergantung dari Anda sendiri, B’timers!

Share This Article