Ajarkan Konsep Adil Sejak Dini Pada Buah Hati | Breaktime
Ajarkan Konsep Adil Sejak Dini Pada Buah Hati
23.12.2015

Banyak orang tua yang berpikir kalau konsep adil masih terlalu dini diajarkan pada anak-anak. Akibatnya, tak sedikit yang justru memberikan perlakukan berlebih dan memanjakan dengan harapan anak tak akan rewel. Padahal, mengajarkan konsep keadilan pada buah hati cukup mudah dan bisa dilakukan melalui hal-hal sederhana berikut ini:

Berhenti menyuruh mereka melakukan hal yang tak Anda lakukan

“Jangan tidur malam-malam!” atau “Habiskan makananmu!” mungkin tampak seperti kalimat sederhana yang tak masalah jika diucapkan pada si Kecil. Tapi jika Anda terus menyuruh mereka melakukan hal tersebut sementara Anda sendiri sering begadang lantaran bermain gadget atau sering tak menghabiskan nasi saat sarapan, maka jangan harap buah hati akan bisa menuruti ucapan Anda.

Tanpa disadari, Anda sudah bersikap tak adil pada buah hati karena memberikan perintah yang Anda sendiri tak bisa lakukan. Untuk mengajarkan sikap adil, alih-alih hanya memberikan perintah, lakukan aktivitas bersama si Kecil. Saat Anda ingin buah hati tidur cepat, maka Anda pun harus segera tidur dan menghentikan segala aktivitas.

Ajarkan Konsep Adil Sejak Dini Pada Buah Hati | Breaktime
Jangan perlakukan buah hati seperti mereka tak mengerti apa-apa

Tak ada yang namanya white lies

Banyak orang tua yang memarahi anaknya karena kedapatan berbohong. Tapi mereka sendiri sering melakukan kebohongan di depan anak-anak. Pahamilah, baik orang dewasa ataupun anak-anak, tak sepantasnya mengucapkan kebohongan dengan alasan apapun.

Untuk menanamkan sikap adil, pastikan Anda juga menerapkan aturan yang sama pada diri sendiri. Jangan biasakan berbohong dengan alasan apapun, terutama di depan si Kecil.

Jangan segan berterimakasih

Konsep adil memang sulit dijelaskan pada anak-anak. Tapi cobalah cara satu ini, dan buah hati akan merasakan esensi dari sikap adil. Saat meminjam sesuatu atau ditolong seseorang di jalan, secara otomatis Anda akan mengucapkan terimakasih. Tapi seberapa sering Anda berterimakasih pada buah hati?

Saat ia mengambilkan kunci yang terjatuh atau mengingatkan Anda untuk menutup jendela rumah di malam hari, jangan segan mengucapkan terimakasih. Bukan cuma orang dewasa yang berhak atas ucapan terimakasih Anda, si Kecil juga layak mendapatkannya!

Bagaimana B’timers, siap memperlakukan buah hati dengan lebih adil? 

Share This Article