Kalimat yang Tak Boleh Diucapkan Saat Bertengkar | Breaktime
5 Kalimat Terlarang yang Tak Boleh Diucapkan Saat Bertengkar
06.01.2016

Setiap hubungan, baik antara adik-kakak, anak-orangtua, antar teman ataupun pasangan kekasih, tentu akan melibatkan emosi dan keegoisan masing-masing. Pertengkaran dan adu argumen tentu tak akan terelakkan. Terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah, untuk menyelesaikan sebuah pertengkaran yang baik tentu saja dengan mengalah.

Tak cukup itu saja, meskipun dalam keadaan emosi, Anda harus mengatur kata-kata yang terucap dari mulut Anda. Jangan sampai hanya karena masalah kecil, Anda menyakiti orang lain akibat ucapan Anda. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari kalimat berikut.

Kalimat yang Tak Boleh Diucapkan Saat Bertengkar | Breaktime
Jangan sekalipun mengabaikan apa yang dikatakan oleh orang lain

 ‘Kau gila’ atau ‘Apa kau bercanda?’

Ketika marah, dua kalimat emosional tersebut, seringkali terucap begitu saja. Namun, tidak peduli seperti apa yang diucapkan orang lain terhadap Anda, jangan katakan kalimat tersebut. Sebaiknya, fokuslah pada kesalahan Anda yang di ucapkan olehnya, kemudian akui dan meminta maaflah. Hal ini, akan menurunkan emosi diantara kalian, sehingga pertengkaran akan segera mereda.

‘Kau selalu mengecewakan saya’ atau ‘Kau melukai saya’

Setiap manusia tentu melakukan kesalahan yang bisa saja melukai dan mengecewakan Anda. Tapi, sebisa mungkin tingkatkan empati Anda. Coba lihat kembali dari sudut pandangnya, mengapa mereka melakukan kesalahan tersebut. Daripada mengungkapkan kekecewaan Anda, sebaiknya komunikasikan permasalahan dengan kolaboratif.

‘Ugh, ini lagi …’

Selalu menjadi pihak yang terus menerus mengalah, mungkin melelahkan bagi Anda. Namun, usahakan untuk tetap menjadi seseorang yang hangat. Dibanding memperlihatkan rasa kesal Anda terhadap tingkah laku atau perkatannya, cobalah untuk menjadi pendengar baginya. Tenangkan dia dengan kata-kata yang hangat agar suasana segera mencair.

Kalimat yang Tak Boleh Diucapkan Saat Bertengkar | Breaktime
Pertengkaran akan meningkatkan hubungan emosional

‘Aku akan pergi.’

Kalimat singkat ini, mungkin Anda ucapkan agar masalah atau pertengkaran tak berlarut-larut. Namun, kalimat ini juga bisa diartikan bahwa Anda sama sekali tak mencoba memahami apa yang dia rasakan. Kalimat ini juga merupakan penolakan emosional untuk peduli. Dibanding mengatakannya, cobalah untuk membuat suasana menjadi lebih tenang dan menyelesaikan masalah ketika kedua pihak telah mendingin.

‘Aku selesai’

Ketika merasa kewalahan menghadapi orang lain, Anda tentu akan menyerah dan mengatakan selesai atas pertengkaran tersebut. Namun, dibanding mengatakan kalimat yang bisa menjadi bumerang tersebut. Sebaiknya, cobalah untuk meminta maaf dan jelaskan secara perlahan tentang apa yang Anda pikirkan, serta apa pendapat Anda tentang pemikirannya.

Pertengkaran, sebenarnya merupakan cara untuk mendekatkan hubungan emosional. Untuk itu, cobalah mengerti orang lain sebelum meluapkan emosi Anda. (dfr)

Share This Article