Ketahui Fakta Unik Seputar De Javu, Pernah Mengalaminya? | Breaktime
5 Fakta Menarik tentang Deja Vu, Pernah Mengalaminya?
18.07.2015

Apakah B’timers pernah merasa sudah melakukan suatu aktivitas atau mengunjungi suatu tempat padahal  hal tersebut baru pertama kali? Nah, inilah yang dinamakan dengan deja vu! B’timer punya beberapa fakta menarik terkait deja vu yang perlu B’timer tahu, yuk simak!

Asal nama deja vu

Deja vu sendiri merupakan istilah dalam bahasa Perancis yang diperkenalkan oleh seorang psikolog bernama Emile Boirac dan memiliki artian “telah terlihat (sebelumnya)”. Istilah ini akhirnya digunakan oleh para psikolog untuk menamai fenomena yang sampai sekarang ini masih menjadi perdebatan para pakar.

Bentuk sesungguhnya dari deja vu

Para pakar menolak anggapan bahwa deja vu merupakan nubuat yang diturunkan oleh Tuhan kepada manusia. Secara garis besar, mayoritas psikolog sepakat mengatakan bahwa deja vu adalah sebuah anomali memori di dalam otak yang dapat menciptakan kesan suatu pengalaman yang belum pernah dilakukan dan dimunculkan kembali.

Deja vu = kelainan?
Deja vu = kelainan?

Deja vu dianggap sebagai ‘kelainan; pada sistem saraf

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 silam, mengungkapkan bahwa apabila seseorang mengalami deja vu akan suatu hal yang sama selama beberapa kali dan memunculkan halusinasi, maka ada kemungkinan itu adalah indikator terjadinya masalah pada sistem saraf dan psikis.

Di awal penelitiannya, para pakar sepakat mengatakan bahwa deja vu adalah suatu sensasi optik yang diterima satu mata dan dikirimkan ke otak sehingga menimbulkan sensasi pernah melakukan atau mengalami suatu hal. Teori yang dinamakan optical pathway delay tersebut kemudian kembali diperdebatkan validitasnya karena ada orang buta yang juga dapat mengalami deja vu melalui indera lainnya.

Deja vu merupakan ‘korsleting’ pada otak

Pada akhirnya, apa yang sampai sekarang ini banyak diterima oleh pakar dan psikolog, deja vu dianggap sebagai suatu keadaan di mana lintasan listrik dalam otak ‘menyerempet’ saraf lain dan menyebabkan short circuit atau korsleting seperti pada listrik. Korsleting ini menciptakan sensasi pernah mengalami atau melihat sesuatu yang padahal tidak pernah terjadi.

Banyak teori terkait deja vu

Sampai berpuluh-puluh tahun, deja vu terus diteliti dan memunculkan segudang teori, dan dua di antaranya adalah seperti yang dikemukakan oleh Sigmund Freud melalui teori Subliminal dan Dr Alan Brown dengan teorinya Cell Phone Theory.

Ada 3 jenis deja vu

Deja vu sendiri dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Deja Senti atau fenomena masa lalu yang dirasakan lagi pada saat sekarang, Deja Vecu atau fenomena ketika seseorang sudah mengetahui apa yang akan terjadi dan merasa telah mengingat jelas hal tersebut, dan yang terakhir adalah Deja Visite, yaitu suatu perasaan seperti pernah mengunjungi suatu tempat yang benar-benar baru.

Walaupun segudang penelitian pernah dilakukan, namun sampai sekarang ini deja vu masih menjadi misteri dan belum terpecahkan. Menurut B’timers sendiri, apa, kenapa dan bagaimana deja vu terjadi?

Share This Article