Agar Ucapan Tak Menyakiti Perasaan Orang Lain | Breaktime
5 Cara Agar Ucapan Tak Menyakiti Perasaan Orang Lain
10.04.2016

Dalam hidup, perdebatan dan pertengkaran akan selalu datang. Yang menyebalkan adalah kita sama sekali tak tahu kapan dua hal tersebut akan terjadi. Coba B’timers ingat-ingat, berapa kali percakapan yang menyenangkan dan bersahabat justru berujung sengketa? Well, memang menyedihkan. Mood seseorang bisa berubah dalam sekejap hanya karena kata-kata. Kalau begitu, be wise. Itu artinya Anda harus selalu mengontrol ucapan untuk menjaga perasaan orang lain, dan inilah 5 ucapan tepat agar tak menyakiti.

Agar Ucapan Tak Menyakiti Perasaan Orang Lain | Breaktime
Pertengkaran sering terjadi karena ucapan

 “Terima kasih atas saranmu, aku akan memikirkannya.”

Daripada menolak saran seseorang dengan berkata lugas, “Saran macam apa itu? Sepertinya nggak akan berhasil.” Kalimat di atas jauh lebih sopan dan bersahabat. Itu keputusan Anda untuk melakukan saran partner bicara Anda atau tidak. Intinya, ucapkan terima kasih dan tunjukkan padanya bahwa Anda menghargainya. Tujuannya adalah untuk mengakhiri percakapan tanpa harus jadi defensif dan kasar.

“Kamu punya waktu luang?”

Saat Anda menginginkan sebuah percakapan dengan seseorang, teman atau pasangan misalnya, jangan main ceplos dan langsung tancap gas saja. Tanyakan apakah ia ada waktu luang. Jika dia menjawab “Ya” lalu menghentikan pekerjaannya untuk mendengarkan Anda, artinya Anda boleh melanjutkan. Jika tidak, tanyakan kapan waktu terbaik untuk bicara.

“Aku turut berduka hal ini terjadi”

Saat Anda menjumpai teman dekat atau keluarga Anda mengalami hal buruk karena tak mengambil saran dari Anda, B’timers tidak boleh mencercanya dengan kata-kata seperti “Aku bilang juga apa?” atau “Makanya dengerin saranku!”. Hal itu justru akan menambah perasaan sakit hati pada mereka. Sebaliknya, tunjukkan simpati dan respon penuh kasih agar membantu Anda berdua menemukan solusi.

Agar Ucapan Tak Menyakiti Perasaan Orang Lain | Breaktime
Simpatilah meski sebenarnya Anda kecewa
  • “Maukah kamu mendengarkanku?”

Kalimat ini cocok saat Anda sedang dalam pertengkaran besar entah dengan pasangan, keluarga atau anak-anak. Seperti poin kedua, ada hal yang harus ditahan saat salah satu belum bisa mendengar atau bicara. Tanyakan apakah ia mau mendengar pendapat Anda dengan hati terbuka. Jika jawabannya tidak, tutup mulut Anda. Jika responnya positif, duduklah bersama dan katakana dengan lembut dan kepala dingin.

“Aku butuh bantuan, bisa bantu nggak?”

Dalam keluarga atau tim dalam pekerjaan, akan selalu ada saja salah satu orang yang enggan melakukan apa-apa. Daripada menuduhnya malas dengan kata-kata menyakitkan, kenapa tidak menggunakan kalimat halus dan sedikit “menyindir” seperti di atas? Well, itu adalah kalimat terbaik untuk menggerakkan tangan dan kaki seseorang, bukan?
Bagaimana, B’timers? Anda setuju dengan ucapan untuk menjaga perasaan di atas? Jadi, semoga tips ini bisa membantu Anda menghindari pertengkaran dalam kehidupan sehari-hari, ya! (nap)

Share This Article