5 Alasan Resign Bisa Jadi Keputusan Tepat | Breaktime
5 Alasan Mengapa Resign Bisa Jadi Keputusan Tepat
26.10.2015

Pernahkah B’timers membaca meme lucu “semua akan resign pada waktunya?”. Sekilas mungkin Anda akan senyum-senyum saat membacanya. Terlebih bila tekanan yang Anda hadapi terasa makin besar dan tak lagi manusiawi. Namun, tentu saja keputusan resign bukanlah hal mudah sebab Anda harus siap keluar dari zona aman dan nyaman gaji bulanan. Sanggup?

Tapi, B’timers harus mulai benar-benar memikirkannya bila perasaan dan pikiran berikut mulai akrab menyapa kepala:

Merasa stuck

Bukan rasa stres karena tekanan besar semata yang kini datang menyerang, tapi merasa diri tak lagi berkembang bisa jadi alasan kuat mengapa resign jadi pilihan. Sehebat apapun Anda menutupi kebosanan, kebutuhan untuk “menutrisi otak” lewat ilmu dan pengalaman baru tetap tak bisa dipungkiri.

Karir tidak jelas

Coba pikirkan sejenak, hal baru apa yang akan terjadi pada karir Anda dalam kurun waktu setahun, dua tahun, atau tiga tahun ke depan? Mungkinkah Anda merasa akan lebih mapan dari segi finansial, intelektual, ketrampilan, dan banyak hal lainnya? Semua itu bisa dilihat dari sistem kerja yang mengikat Anda saat ini. Jika sejauh ini kantor kerap “mangkir” dari janji untuk pengembangan karir, well you can read what’s gonna happen.

5 Alasan Resign Bisa Jadi Keputusan Tepat | Breaktime
Kantor tidak berpikir bahwa Anda adalah aset utamanya

Minim apresiasi kerja

Kita semua sadar bahwa kerja apapun pasti tak lepas dari komplain dan tekanan. Tapi, mencurahkan waktu, energi, dan pikiran secara penuh selama 8 jam, bahkan lebih, juga bukan perkara main-main. Nah, adakah perusahaan memberikan Anda reward yang layak? Atau selama ini sekadar ucapan terima kasih yang itupun hanya basa-basi?

Lingkungan kerja tak mendukung

Siapapun pasti ingin bekerja dalam situasi kondusif untuk menghasilkan produktivitas yang maksimal. Namun, bila suasana persaingan tidak sehat jadi mendominasi dan pertikaian dengan rekan kantor atau atasan tak bisa diatasi, baiknya B’timers segera walk out. Sebab, berlama-lama dalam situasi tak sehat tersebut akan memenjarakan potensi Anda yang sebenarnya.

Gaji yang statis

Di awal kerja, tentu Anda bisa menolerir bila gaji yang diperoleh belumlah seberapa. Tapi Anda yakin, seiring berjalannya waktu semua akan berubah, terlebih bila Anda bekerja keras. Namun, bila sampai sejauh ini gaji Anda masih statis sementara kebutuhan lain semakin bertambah, apa mau dikata? Carilah perusahaan yang lebih menghargai dedikasi Anda dengan gaji yang layak.

Nah, dari  lima hal tersebut, berikan skala penilaian dari angka 1-10 seberapa kuat keinginan diri untuk resign. Bila penilaian Anda 9 atau bahkan 10, mulailah mencari kesempatan kerja di tempat lain yang sanggup berpikir bahwa Anda adalah aset utama perusahaan yang pantas dihargai dan diperhatikan kesejahteraanya.

Share This Article