Bunda, Kenali Tanda Anda Terlalu Memanjakan Si Kecil | Breaktime
4 Pertanda Anda Sudah Terlalu Memanjakan Si Buah Hati
27.07.2015

Sesekali memanjakan buah hati memang tak salah. Namun jika terlalu sering memanjakan buah hati dan menuruti segala keinginannya, banyak hal negatif yang bisa saja terjadi. Anak bisa saja menganggap bahwa setiap keinginanya akan dipenuhi jadi tidak ada salahnya untuk berlaku yang tidak baik. Nah, tentunya Anda sebagai orang tua tak menginginkan hal tersebut, bukan? Sekarang, coba simak informasi berikut dan cek apakah Anda terlalu memanjakan buah hati atau tidak: 

Menuruti semua keinginan

Menuruti semua keinginan sang anak dan tak pernah mengatakan ‘tidak’ merupakan pertanda yang paling nyata bahwa Anda sudah terlalu memanjakannya. Dengan memperlakukannya seperti ini, bukannya malah menggiringnya untuk berperilaku mandiri, Anda malah membuat anak jadi berpikiran bahwa segalanya bisa didapatkan dari orang tua. Maka dari itu, jangan terus-terusan memenuhi segala sesuatu yang diminta oleh anak. 

Membanjiri anak dengan pujian

Pujian selayaknya diberikan ketika anak telah mencapai prestasi
Pujian selayaknya diberikan ketika anak telah mencapai prestasi

Ketika anak berusia 0-3 tahun, pujian sangat dianjurkan untuk mendorong tumbuh kembangnya secara maksimal. Namun jika terus menerus dibanjiri dengan pujian saat sang buah hati telah menginjak anak-anak atau remaja, efeknya bisa berubah negatif. Pujian yang Anda lontarkan setiap harinya akan dianggap menjadi sesuatu hal yang sangat biasa dan wajar. Oleh sebab itu, usahakan untuk memuji anak pada hal-hal tertentu saja.

Menghujani anak dengan hadiah

Membanjiri anak dengan hadiah bisa berdampak buruk
Membanjiri anak dengan hadiah bisa berdampak buruk

Tidak hanya terlalu banyak pujian saja yang berakibat tidak baik pada perkembangan anak, berlebihan dalam memberikan hadiahpun juga memiliki dampak yang sama. Giring anak untuk sedikit berusaha mendapatakan hal yang diinginkan dengan memberinya hadiah pada saat tertentu saja, misalnya pas ulang tahun ataupun saat meraih prestasi. Ingat ya, benda-benda bahkan uang sekalipun bukan jaminan kebahagiaan seorang anak.

Tidak membiarkan anak mandiri

Dengan memenuhi segala kebutuhan dan kemauan anak, sebagai orang tua Anda tidak membiarkannya menjadi mandiri. Menjadi orang tua yang baik bukan hanya memenuhi segala kebutuhan materinya saja, Anda juga harus memperkenalkannya dengan konsekuensi atas apa yang dilakukan. Konsekuensi tidak melulu soal hukuman, bisa juga berupa hadiah atas apa yang telah dikerjakannya. Memberikan konsekuensi atas apa yang dilakukan perlahan-lahan akan membentuk karakter anak menjadi mandiri dan bertanggung jawab. 

Ingat B’timers, memberikan kasih sayang melimpah memang kewajiban orang tua terhadap anak. Namun jika berlebihan, justru akan merusak masa depan si anak itu sendiri. Berhati-hatilah!

Share This Article