Zika, Virus Mirip DBD Ini Sudah Di Indonesia! | Breaktime
Zika, Virus Mirip DBD Ini Sudah Menyebar Di Indonesia!
04.02.2016

Demam berdarah, typhus, atau TBC mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda bukan? Namun bagaimana dengan penyakit dari Virus Zika? Penyakit ini tergolong baru di Indonesia dan penyebarannya baru terjadi awal tahun lalu. Berikut ulasan lengkap, gejala dari penyakit yang mirip dengan penyakit DBD ini.

1. Pertama Menyebar

Virus ini dideteksi pertama kali di Jambi pada awal tahun 2015. Zika menyerang seorang warga dan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan positif Zika. Sang dokter yang melakukan pemeriksaan kaget karena penyakit yang berasal dari Afrika ini sulit untuk sampai ke Indonesia.

Zika, Virus Mirip DBD Ini Sudah Di Indonesia! | Breaktime
Selain nyamuk, hubungan seksual juga dapat menularkan Zika

2. Media penyebaran

Media penyebaran Zika tak banyak berbeda dengan virus penyebab demam berdarah dangue. Penyebarannya melalui nyamuk Aedes Aegypti yang menghisap darah manusia terinfeksi. Selain nyamuk, penyebarannya juga bisa dilakukan melalui cairan yang keluar dari si pasien yang terinfeksi virus Zika. Jadi virus ini bisa menular melalui hubungan seksual.

3. Masa inkubasi

Zika memiliki masa inkubasi yang terbilang cepat dan hampir sama seperti virus penyebab flu. Rentang waktu masa inkubasi dari virus zika adalah tiga hari sampai seminggu. Setelah itu, muncullah gejala-gejala awal penyakit Zika. Selama masa inkubasi, virus zika cukup cerdik ketika menyembunyikan diri dari sel darah putih.

4. Gejala

Setelah melewati masa inkubasi, virus ini mulai melancarkan serangannya ke dalam tubuh. Tanda-tanda virus ini sudah mulai aktif di dalam tubuh adalah demam, mata memerah, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, lemas, kelelahan dan terjadi peradangan konjungtivia.

Zika, Virus Mirip DBD Ini Sudah Di Indonesia! | Breaktime
Virus Zika dapat menyebabkan cacat pada bayi

5. Bahaya virus zika

Penyakit yang disebabkan oleh virus zika tidak begitu berbahaya bagi manusia kebanyakan. Namun, pada ibu hamil, penularan pada janin sangat mungkin terjadi. Janin yang terinfeksi Zika akan mengalami pertumbuhan kepala yang lambat sehingga kepalanya mengecil.

6. Cara mengatasi

Secara umum penyembuhan Zika hampir sama seperti flu. Pasien harus banyak beristirahat dan mengkonsumsi air putih secara teratur. Namun, meski bisa disembuhkan dengan mudah, efek dari penyakit ini masih akan terasa setelah pasien sembuh. Salah satu contohnya tubuh menjadi mudah lelah.

Itulah beberapa penjelasan seputar virus zika yang mungkin belum Anda ketahui. Untuk menghindari virus ini, selalu jaga kondisi tubuh. Selain itu, terapkan pencegahan yang sama dengan DBD yaitu menutup penyimpanan air, mengubur botol bekas, dan menguras tandon air. (wsu)

Share This Article