Waspadai Penyakit Thalasemia pada Anak | Breaktime
Waspadai Penyakit Thalasemia pada Anak
06.11.2017

B’Timers, sejauh manakah Anda mengetahui penyakit Thalasemia? Atau jangan-jangan mungkin ini baru pertama kalinya Anda mendengar istilah penyakit ini? Tidak mengherankan, apalagi jika mengingat bahwa penyakit ini memang tergolong sangat langka. Secara singkat, thalasemia adalah penyakit kelainan darah dimana sel darah merah di dalam tubuh menjadi rusak dalam jangka waktu yang terlalu cepat sehingga mengakibatkan penderita mengalami gejala anemia. Ironisnya, penderita thalasemia harus berjuang melawan penyakit ini sejak mereka berusia kanak-kanak. Apa saja jenis serta gejala dari penyakit Thalasemia pada anak? Simak terus artikel dari BreakTime berikut, yuk.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Manfaat Kulit Pisang Untuk Gigi Cemerlang

Di paragraf atas, B’Timers sudah mengetahui secara singkat apa sih yang dimaksud dengan penyakit thalasemia pada anak? Tapi lebih jelasnya ada baiknya Anda juga mengetahui bahwa ada 2 jenis komponen protein pembentuk sel darah merah, yaitu alpha globin dan beta globin. Thalasemia terjadi ketika salah satu protein tersebut tidak ada atau bermutasi.

Thalasemia yang terjadi akibat tidak adanya zat pembentuk protein alpha globin disebut dengan thalasemia alpha. Sedangkan apabila protein darah yang absen adalah protein beta globin, penyakit thalasemia anak tersebut disebut dengan thalasemia beta. Dua kategori tersebut dibagi lagi menjadi 3 tingkat berdasarkan tingkat keparahan, yaitu Alpha/Beta Thalassemia Major, Alpha/Beta Thalassemia Intermedia, dan Thalassemia minor.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Manfaat Kulit Pisang untuk Wajah Cantik Alami

Tergantung dari seberapa parahnya penyakit thalasemia yang diidap, seorang anak bisa saja tidak menunjukkan gejala apapun dan bahkan dapat beraktivitas seperti anak-anak lain padanya. Namun, anak tersebut tetap menyandang status sebagai carrier sehingga jika ia memiliki anak maka ada kemungkinan bahwa penyakit genetik ini diturunkan pada anaknya. Apalagi jika Anda dan pasangan merupakan carrier dari Thalasemia, maka kemungkinan anak Anda menderita Thalasemia major, atau thalasemia tingkat terparah, adalah sebesar 25%.

Sedangkan bagi penderita thalasemia kelas sedang, umumnya mereka akan menunjukkan beberapa gejala umum yang sangat mirip dengan gejala anemia. Beberapa gejala tersebut antara lain:

  • Mudah merasa lelah dan mengalami kesulitan bernapas
  • Wajah terlihat pucat atau kulitnya berwarna kekuningan
  • Kelainan bentuk tulang wajah
  • Perut membesar akibat adanya pembengkakan pada organ limpa dan hati
  • Urine berwarna keruh atau gelap, dan
  • Hambatan dalam pertumbuhan, contohnya adalah telat memasuki masa pubertas. 
Waspadai Penyakit Thalasemia pada Anak | Breaktime
diagnosis penyakit thalasemia pada anak melalui tes

Dan karena Thalasemia merupakan jenis penyakit genetik yang langka, hingga saat ini belum ada metode pengobatan yang benar-benar ampuh dalam mengobati penyakit ini. Agar penderita thalasemia intermedia dan thalasemia major mampu beraktivitas dengan normal dan tetap sehat, mereka membutuhkan transfusi obat secara rutin.

Tapi cara ini tidak bisa dibilang bebas resiko. Dampak dari transfusi darah adalah terjadinya penumpukan zat besi di dalam tubuh. Penumpukan zat besi tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan pada si kecil, antara lain si kecil mengalami hambatan pertumbuhan dan rentan terkena infeksi jaringan lunak. Untuk mengantisipasinya, anak penderita thalasemia wajib mengkonsumsi obat yang membantu pembuangan kelebihan zat besi tersebut ke dalam tubuh.

Salah satu metode pengobatan lain yang cenderung memakan biaya yang sangat mahal adalah dengan melakukan operasi transplantasi sumsum tulang. Pertama-tama, tubuh anak Anda akan dihujani dengan sinar radiasi atau obat-obatan yang dapat membantu merusak sumsum tulang yang rusak.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Rasa Sakit & Tidak Nyaman Akibat Menahan Kencing

Baru setelah itu sel sumsum tulang tersebut digantikan dengan sel baru yang sehat yang umumnya didapatkan dari orang yang berhubungan darah dengan anak itu, seperti saudara sepupu, saudara kandung, paman, atau anggota keluarga lainnya. Tapi karena langkah ini sangatlah berisiko maka prosedur operasi ini hanya dilakukan jika anak Anda berada di usia yang cukup dan mengalami thalasemia yang sangat parah.

Sangatlah penting bagi kita semua untuk mengedukasi diri dan lingkungan sekitar kita tentang penyakit thalasemia pada anak. Perjuangan mereka dalam bertahan hidup melawan penyakit ini sangatlah berat dan dukungan dari B’Timers pasti bisa membantu agar mereka lebih bersemangat dalam menjalani hidup. Oh iya, seandainya Anda bertanya-tanya apakah penyakit thalasemia menular? Jawabannya adalah tidak. Thalasemia merupakan penyakit keturunan yang hanya bisa diturunkan dari orangtua ke anaknya, jadi jangan takut untuk bermain dengan anak-anak penderit thalasemia, ya.(dkp)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE