Waspada, Ini 5 Bahaya dari Ketagihan Junk Food! | Breaktime
Waspada, Ini 5 Bahaya dari Ketagihan Junk Food!
02.05.2016

Hamburger ikan, ayam goreng, atau stik kentang dengan berbagai rasa. Hmm, untuk makan malam rasanya lezat, deh, B’timers. Tapi, sadarkah Anda sudah seberapa sering makanan seperti itu masuk ke tubuh? Memang setiap gigitannya begitu nikmat dan menggoda, namun sesuai namanya yaitu junk food atau makanan sampah, makanan tersebut tidaklah sehat. Dan berikut bahaya ketagihan junk food yang akad Anda dapatkan, B’timers.

Masalah pada kekuatan memori

Studi dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 2011 menunjukkan, orang sehat yang mengonsumsi junk food dalam 5 hari cenderung melalui tes kecerdasan dengan buruk. Pola makan yang tidak baik dan cenderung mengandung racun dapat menyebabkan reaksi kimia tertentu dalam tubuh, yang menyebabkan peradangan di daerah hippocampus otak yang berhubungan dengan memori, lho.

Waspada, Ini 5 Bahaya dari Ketagihan Junk Food! | Breaktime
Sayangi jantung dengan mengonsumsi makanan sehat

Meningkatkan risiko demensia

Penelitian yang dilakukan di Brown University menunjukkan, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak secara berkelanjutan dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh. Dengan jumlah insulin yang tinggi dalam tubuh otak akan berhenti memproduksi hormone tersebut dan menjadi kebal. Nah, karena itulah kemampuan berpikir, mengingat atau menciptakan kenangan akan dibatasi, B’timers.

Mengurangi kendali nafsu makan

Kelebihan konsumsi lemak trans dapat mengirim sinyal ke otak yang sulit untu diproses. Jadi otak akan kesulitan mendeteksi seberapa banyak Anda telah makan dan seberapa lapar Anda saat itu. Bahaya ketagihan junk food menyebabkan peradangan di hipotalamus, bagian dari otak yang mengandung neuron untuk mengendalikan berat badan. Ini sama saja dengan kecanduan narkoba tingkat lanjut!

Waspada, Ini 5 Bahaya dari Ketagihan Junk Food! | Breaktime
Junk food sama dengan naiknya berat badan

Menyebabkan depresi

Banyak penelitian yang menunjukkan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak akan mengubah aktivitas kimia otak yang membuatnya tergantung pada makanan tersebut. Jika otak sudah benar-benar ketagihan, dan tidak mendapatkan junk food, Anda akan merasa tertekan. Selain itu ketidakseimbangan asam lemak adalah alasan lain mereka yang mengonsumsi junk food lebih berisiko depresi.

Membuat Anda mudah emosi

Junk food dikemas dengan karbohidrat olahan yang menyebabkan kadar gula darah melonjak dengan cepat. Jika tiba-tiba kadar gula darah jatuh ke tingkat yang sangat rendah, ini akan menyebabkan kecemasan, kebingungan dan kelelahan. Hal ini dapat menanamkan perilaku tidak sabaran ketika berhadapan dengan hal lain. Perasa buatan dan pengawet juga akan membuat Anda lebih hiperaktif.

Waspada, Ini 5 Bahaya dari Ketagihan Junk Food! | Breaktime
Sesekali sih, boleh, asal diimbangi dengan makanan sehat dan olahraga, ya?

Nah, B’timers, setelah mengetahui bahaya ketagihan junk food tadi, Anda masih hobi makan malam di restoran cepat saji? Tidak masalah, sih, jika Anda makan sesekali. Namun, tetap jangan heran jika Anda menjadi lebih pelupa setelah sering makan junk food, ya? (NO)

Share This Article