Wah, Ternyata Ada Lho, Alergi Terhadap Sayuran | Breaktime
Wah, Ternyata Ada Lho, Alergi Terhadap Sayuran
23.08.2016

Apakah Anda pernah mengalami alergi setelah makan sayuran? Jika tidak, maka B’timers perlu tahu bahwa ternyata ada beberapa orang yang mengalami alergi setelah makan sayuran. Hal itu disebabkan oleh dua hal, yaitu alergi terjadi karena adanya pengaruh pestisida yang terdapat pada sayuran tersebut dan alergi terjadi karena reaksi tubuh yang disebabkan oleh kandungan protein yang terdapat pada sayuran, biasanya disebut dengan oral allergy syndrome.

Gejala oral allergy syndrome biasanya meliputi gatal, kesemutan, pembengkakan pada bibir, pembengkakan langit-langit, dan pembengkakan lidah. Reaksi tersebut terjadi biasanya beberapa menit setelah memakan sayuran. Reaksi alergi tersebut kebanyakan terjadi setelah Anda memakan sayuran segar yang belum dimasak. Oral allergy syndrome biasanya terjadi pada anak-anak atau bahkan orang dewasa.

Beberapa sayuran yang memicu alergi antara lain mentimun, labu, kubis, dan beberapa sayuran lain. Alergi ini biasanya terjadi pada musim serbuk sari. Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi alergi yang terjadi setelah memakan sayuran?

Wah, Ternyata Ada Lho, Alergi Terhadap Sayuran | Breaktime
Oral allergy syndrome adalah alergi terhadap protein sayuran

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi alergi yang diderita setelah memakan sayuran. Anda harus menyesuaikan dengan alergi apa yang sedang dialami. Jika Anda mengalami alergi sayuran yang terkontaminasi dengan pestisida, Anda hanya perlu menggantinya dengan mengonsumsi sayuran organik. Namun, jika Anda tetap mengalami alergi setelah mengonsumsi sayuran organik, berarti Anda alergi terhadap kandungan protein yang ada dalam sayuran tersebut. Yang bisa Anda lakukan adalah konsultasikan dengan dokter. Karena bagaimanapun juga, sayuran sangat penting bagi tubuh Anda.

Ternyata B’timers, ada juga ya alergi terhadap sayuran. Sebaiknya segera pergi ke dokter untuk melakukan tes kulit atau tes darah untuk mengetahui gejalanya. Sehingga Anda bisa mengetahui sayuran apa saja yang harus dihindari. (vpd)

Share This Article