Tidur dan Pembersihan Otak, Apa Hubungannya, Ya? | Breaktime
Tidur dan Pembersihan Otak, Apa Hubungannya, Ya?
22.10.2015

Praktisi kesehatan menyarankan agar kita sebaiknya memiliki waktu tidur 6 hingga 8 jam per hari. Tapi, apakah manusia benar-benar membutuhkan waktu untuk tidur? Jawabannya, tentu saja, bahkan manusia sangat membutuhkan waktu tidur yang cukup.

Membersihkan otak

Tidur dan Pembersihan Otak, Apa Hubungannya, Ya? | Breaktime
Saat kita tidur, otak akan membersihkan limbah yang dihasilkan saat terjaga

Selama ini, kita menganggap tidur adalah cara untuk menghilangkan lelah yang terasa di tubuh. Namun, para ilmuwan di University of Rochester menemukan bahwa tidur sebenarnya adalah hal yang dibutuhkan otak. Otak membutuhkan waktu tidur yang cukup agar dapat bertahan hidup.

Saat kita tertidur, otak akan melakukan pembersihan tumpukan sampah otak yang tercipta selama kita terjaga. Ketika melakukan aktivitas sehari-hari, sel-sel tubuh akan menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan oleh sel tubuh ini akan dibersihkan oleh sistem limfatik, tapi tidak dengan limbah otak. Oleh karena itu, otak membutuhkan waktu tersendiri untuk membuang sampah-sampah tersebut.

Proses pembersihan

Tidur dan Pembersihan Otak, Apa Hubungannya, Ya? | Breaktime
Membiarkan tv menyala saat tidur akan menganggu proses pembersihan otak

Otak memiliki ‘tukang sampahnya’ sendiri yang tidak terhubung dengan sistem limfatik. Tukang sampah otak yang berupa cairan serebrospinal ini hanya dapat diaktifkan dan bekerja dengan optimal ketika kita sedang tidur. Cairan serebrospinal akan membersihkan sampah di otak yang dihasilkan oleh aktivitas saraf dan membawa limbah tersebut ke hati untuk dibuang.

Oleh karena itu, mendengarkan musik, membiarkan lampu dan tv tetap menyala ketika tidur bukanlah hal yang baik. Karena meskipun tubuh kita beristirahat, otak tetap akan menerima rangsang berupa suara dan cahaya, sehingga pembersihan tidak bisa berjalan dengan optimal. Dengan kata lain, kualitas tidur Anda akan menentukan kualitas otak Anda tiap harinya.

Anda tentu tidak asing bukan dengan pernyataan yang mengatakan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan kondisi tubuh yang tidak fit, stres, penyakit mental, hingga kematian. Berdasarkan penelitian tersebut dampak buruk kurang tidur memang bisa saja terjadi. Untuk itu, pastikan Anda memiliki tidur berkualitas dengan waktu yang cukup dan biarkan ‘tukang sampah’ otak membersihkan kotoran dari kepala Anda.

Share This Article