Terlalu Banyak Tidur Pemicu Serangan Stroke, Benarkah? | Breaktime
Terlalu Banyak Tidur Pemicu Serangan Stroke, Benarkah?
28.05.2015

Ketika lelah melakukan rutinitas harian, hal yang paling menyenangkan adalah tentu saja merebahkan diri di atas ranjang. Terkadang saking lelahnya, Anda bisa tidur sepanjang hari dan hal tersebut terjadi secara berulang-ulang. 

Padahal, ada rumor yang mengatakan bahwa terlalu banyak tidur beresiko besar terkena serangan stroke. Benarkah hal tersebut? Seorang peneliti bernama Yue Lang dari Universitas Cambridge, Inggris melakukan sebuah penelitian yang menghubungkan tidur dengan stroke. 

Penelitian tersebut diikuti oleh orang di Eropa sebanyak 9.700 koresponden. Peneliti mengambil data dari penelusuran terhadap pola tidur dan terjadinya stroke dari para responden selama 10 tahun. 

Tidur lebih lama picu penyakit stroke lebih besar
Tidur lebih lama picu penyakit stroke lebih besar

Pada responden yang memiliki usia 62 tahun ditanya mengenai kualitas dan durasi tidur di malam hari. Sekitar 70 % menjawab tidur selama 6-8 jam. Sedangkan 1 dari 10 orang menjawab tidur lebih dari 8 jam. 

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa, mereka yang tidur lebih dari 8 jam adalah wanita tua yang kini tubuhnya sudah tidak aktif bergerak.Tidak heran bila penelitian yang dilakukannya memiliki hasil yang bisa dibilang mengejutkan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yue Leng yang melakukan penelitian selama 10 tahun pada mereka yang tidurnya lebih dari 8 jam. Hasilnya, mereka yang tidur lebih dari 8 jam memiliki peluang terserang stroke sebesar 46 %, sedangkan bagi mereka yang tidur kurang dari 6 jam risiko stroke hanya 18 %. 

Oleh sebab itu, bila selama ini Anda memiliki kebiasaan tidur lebih dari 8 jam, usahakan untuk menguranginya secara perlahan-lahan. Perbanyak melakukan aktivitas lainnya yang lebih produktif seperti membaca atau menulis untuk mengasah kemampuan otak hingga memasuki usia senja.

Share This Article