Terapi Stem Cell, Transplantasi Organ dengan Donor Sel | Breaktime
Terapi Stem Cell, Transplantasi Organ dengan Donor Sel
23.09.2015

B’timers,  sudah pernah dengar tentang  terapi stem cell? Terapi satu ini misalnya digunakan dalam transplantasi sumsum belakang. Kalau masih asing dengan jenis terapi satu ini, berikut Breaktime merangkum informasinya untuk Anda:

Apa itu terapi stem cell?

Stem cell atau sel induk dikenal sebagai salah satu obat regeneratif yang memberikan respon penyembuhan pada jaringan yang sakit, disfungsional, maupun terluka. Bahkan, terapi sel induk ini, dianggap mampu dimanfaatkan untuk transplantasi organ tanpa menggunakan organ tubuh, tapi sel.

Peneliti mengembangkan sel induk di laboratorium untuk memanipulasinya menjadi sel-sel khusus. Sel tersebut dibagi berdasarkan jenisnya seperti sel otot jantung, sel darah, dan sel saraf. Sel inilah yang nantinya ditanamkan pada seseorang sebagai pengganti organ dalam operasi transplantasi organ.

Misalnya, pada kasus penyakit jantung, sel induk yang dimodifikasi layaknya sel otot jantung akan disuntikkan kepada pasien. Selanjutnya, sel-sel yang disuntikkan tersebut akan membantu memperbaiki otot jantung yang rusak.

Saat ini, penelitian tersebut masih terus dilanjutkan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas sel induk dalam menangani penyakit seperti kerusakan jantung. Peneliti juga melihat sejauh mana sel sumsum tulang belakang mampu dimodifikasi menjadi sel-sel lainnya.

Terapi stem cell dapat digunakan sebagai pengganti transplantasi jantung
Terapi stem cell dapat digunakan sebagai pengganti transplantasi jantung

Apakah stem cell pernah digunakan dalam dunia medis?

Jika Anda pernah mendengar tentang transplantasi sumsum tulang belakang, berarti Anda telah mengetahui salah satu contoh penggunaan terapi stem cell dalam dunia medis.

Dalam transplantasi sumsum tulang belakang, sel induk yang disuntikkan akan menggantikan sel-sel yang rusak akibat kemoterapi dan penyakit. Manfaat lainnya adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh donor dalam melawan kanker, seperti dalam kasus leukemia atau kanker darah putih.

Selain pada kasus kanker, sel induk kini sedang diuji untuk membantu penyembuhan penyakit degenerative seperti penyakit jantung.

Perlu penelitian lebih lanjut untuk menggunakan terapi stem cell
Perlu penelitian lebih lanjut untuk menggunakan terapi stem cell

Apa yang menjadi kendala terapi stem cell?

Sebelum menyuntikkan sel induk ke tubuh pasien, peneliti harus menentukan terlebih dahulu apakah sel induk dapat memodifikasi dirinya menjadi sel yang diinginkan. Saat ini memang telah ditemukan cara untuk mengubah secara langsung sel induk menjadi sel-sel tertentu. Namun, muncul masalah lain.

Pertama, sel induk bisa tumbuh tidak teratur dan tumbuh menjadi sel-sel berbeda secara spontan meskipun sel tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan. Untuk itu, peneliti terus menguji cara mengontrol pertumbuhan ini.

Kedua, sel induk yang disuntikkan ke dalam tubuh bisa memicu respon imun. Akibatnya, tubuh penerima akan menyerang sel induk sebagai penyakit dan memaksanya keluar dari tubuh. Jika begini, pengobatan pun akan gagal bahkan menyebabkan komplikasi.

Meskipun cukup menjanjikan, masih banyak yang harus dibenahi untuk menggunakan terapi stem cell dalam pengobatan penyakit degeneratif. 

Share This Article