Tentang Trisomy 13 yang Merenggut Adam Fabumi | Breaktime
Tentang Trisomy 13 yang Merenggut Adam Fabumi
28.11.2017

Ialah Adam Fabumi Kamaluddin, putra dari Kiagoos Herling Kamaludin dan Ratih Megasari yang didiagnosis menderita penyakit langka Dandy Walker sejak usia kandungan 5 bulan. Dandy Walker sendiri merupakan kelainan langka berupa malformasi otak yang mempengaruhi koordinasi otot. Sejak lahir pada 24 April 2017, sang Ibunda senantiasa berbagi update mengenai kisah perjuangan Adam Fabumi menghadapi sederet penyakit yang belakangan kian banyak terdiagnosis. Unggahan lewat akun Instagram @adamfabumi tersebut tak hanya mengedukasi mengenai penyakit langka yang diderita si bayi mungil, menggalang donasi untuk keperluan medis.

Bayi mungil Adam Fabumi sendiri baru diketahui mengidap Trisomy 13 pada usia sebulan setelah melalui proses pemeriksaan kromosom. Dari hasilnya, diagnosis Dandy Walker yang telah muncul sejak usia kandungan 5 bulan hanyalah bawaan dari Trisomy 13 alias Patau Syndrome yang diderita Adam Fabumi. Selain Dandy Walker, sindrom lainnya yang didiagnosis di hari kelahiran Adam ialah bocor jantung, pembengkakan paru dan ginjal, serta laryngomalacia alias laring lunak yang menghambat proses makannya. Proses menyusui pun hanya bisa dilakukan lewat selang yang dipasang di tenggorokan Adam, karena menyusui langsung dapat berisiko mengalirkan ASI ke paru-paru. 

Cerita hidup dan perjuangan bayi Adam Fabumi selama mengalami berbagai macam pemeriksaan medis senantiasa diunggah sang Ibunda di media sosial Instagram. Lengkap pula dengan wajah gembul Adam yang hampir tak menampakkan kesakitan yang diderita. Kedua orangtua Adam sendiri telah pasrah bahwa sang buah hati kemungkinan besar tak akan bertahan lama di dunia. Kelainan Trisomy 13 yakni adanya kromosom ekstra berisiko menyebabkan cacat fisik, keterbelakangan mental berat, kelainan jantung bawaan, bibir sumbing, ekstra jari tangan atau kaki, hingga kepala kecil.

Tentang Trisomy 13 yang Merenggut Adam Fabumi | Breaktime
Adam Fabumi semasa masih hidup bersama kedua orangtua
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Waspada Penyebab Kanker Paru-Paru Selain Merokok

Trisomy 13 atau yang sering disebut Patau Syndrome tersebut terjadi karena hadirnya kromosom ke-13 yang tidak memiliki pasangan karena tidak terjadi persilangan antar kromosom. Hasil statistik menunjukkan bahwa saking langkanya, kelainan Trisomy 13 memiliki rasio kejadian 1:8.000 hingga 12.000 pada kelahiran bayi di Amerika. Sembilan dari 10 bayi yang lahir dengan kelainan Trisomy 13 akan meninggal di tahun pertama. Sedangkan sekitar 5 sampai 10 persen di antaranya bisa bertahan hidup lebih dari setahun dengan menderita kecacatan mental dan fisik seperti jari tangan atau kaki ekstra besar, cacat wajah, cacat ginjal, cacat jantung, hingga berbagai masalah neurologis lainnya.

Hingga saat ini, penyebab terjadinya Trisomy 13 pada bayi masih belum diketahui pasti. Meskipun merupakan penyakit genetis, orang tua bukanlah pewaris dari penyakit tersebut. Belum ada penanganan khusus bagi bayi yang menderita Trisomy 13 seperti Adam Fabumi, kecuali upaya mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan oleh bayi serta memastikan kecukupan asupan makanan yang diperoleh. Bayi dengan Trisomy 13 yang bertahan hidup sejak hari lahir biasanya akan sepenuhnya bergantung pada alat-alat medis yang dipasang untuk membantu fungsi tubuhnya. 

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ajaibnya Manfaat Kubis Ungu Bagi Kesehatan

Kasus penyakit langka yang diderita Adam Fabumi tersebut cukup mendapat dukungan dari keluarga besar serta khalayak umum. Sayangnya, orangtua yang kurang teredukasi biasanya akan merasa bersalah karena tuduhan masyarakat bahwa penyakit genetis disebabkan oleh kelalaian orangtua, penularan virus, hingga salah makan selama proses kehamilan. Faktanya, Trisomy 13 terjadi secara spontan pada saat pembelahan sel.

Untuk mengetahui apakah janin yang berada di kandungan B’timers terjangkit kelainan Trisomy 13 atau tidak, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan screening pada minggu ke-10 dan 14 masa kehamilan. Tes darah atau ultrasound merupakan pemeriksaan medis yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan Trisomy 13. Ratih, ibu Adam Fabumi bercerita bahwa vonis sindrom Dandy Walker pada usia kandungan 5 bulan didapatkan setelah berulang kali kroscek ke berbagai dokter kandungan. Sayangnya tak ada yang bisa dilakukan kecuali mempersiapkan mental orangtua dan keluarga mengenai kemungkinan terburuk kondisi Adam setelah lahir. 

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Awas! Ini Bahaya Batu Ginjal pada Wanita

Keluar-masuk rumah sakit dan unit gawat darurat sudah menjadi pengalaman rutin bagi almarhum Adam Fabumi dan kedua orangtua. Adam sendiri tak sempat disusui sang Ibunda karena lahir tanpa menangis dan dalam kondisi membiru akibat kelainan jantung. Adam Fabumi kini memang telah meninggal dunia pada 22 November 2017 dan dimakamkan keesokan harinya di TPU Jeruk Purut. Namun kisah penuh semangat kedua orangtuanya dalam mendampingi sang bayi selama hampir 7 bulan kehidupannya layak diteladani dan menjadi inspirasi bagi orangtua lainnya dalam mendampingi anak-anak mereka, sehat maupun sakit. (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE