Tattoos are Cool, Tapi Amankah? | BREAKTIME
Tattoos are Cool, Tapi Amankah?
25.03.2015

Tak sekedar dijadikan hobi atau sarana mempercantik penampilan, banyak juga orang yang menganggap tato merupakan media untuk mengaktualisasikan diri.  Ya, seiring arus modernisasi yang makin tak terbendung, tato memang tak lagi dianggap sebagai simbol kejahatan dan anarkisme. Justru, banyak yang sukses mengangkat keindahan tato dan menjadikannya sebagai sebuah mahakarya seni yang indah.

Namun pertanyaannya, amankah tato untuk kesehatan? Proses melukis di atas ‘kanvas hidup’ ini harus dilakukan dengan merajahkan jarum berukuran sangat kecil untuk memasukkan tinta tato ke pori-pori kulit. Efeknya bisa bermacam-macam, ada yang hanya meninggalkan bekas kemerahan, namun banyak juga yang akhirnya terkena infeksi.

Kalau B’timers sedang mempertimbangkan untuk memiliki sebuah tato, tak ada salahnya simak dulu beberapa efek yang bisa ditimbulkan tato untuk kesehatan seperti berikut ini:

Infeksi

Jarum yang ada pada tattoo gun berfungsi untuk memasukkan tinta ke dalam dermis, lapisan kulit sensitif yang berada tepat di bawah epidermis. Dengan cara ini, tinta akan ‘tertahan’ di dalam lapisan kulit sehingga warna bisa muncul dengan sempurna. Sayangnya, kebersihan alat yang tidak terjaga dalam proses satu ini berpotensi menuntun Anda pada kemungkinan terkena alergi yang bisa ditandai dengan kulit memerah, bengkak, munculnya bekas parut, dan pendarahan.

Penularan penyakit berbahaya

Beberapa penyakit mematikan yang ditularkan melalui darah seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan tuberkolosis bisa berpindah ke tubuh B’timers jika jarum tato digunakan secara bergantian. Efeknya memang tidak akan nampak dalam waktu singkat, namun perlahan penyakit ini bisa menggerogoti imunitas tubuh. Jika terlambat ditangani, kematian merupakan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

Alergi

Meski diklaim aman untuk kesehatan, tetap saja kandungan nickel dan mercury yang ada dalam tinta tato bisa menimbulkan alergi pada tubuh. Efek satu ini tidak sama pada setiap orang, sehingga sulit sekali mengetahui apakah B’timers berpotensi mengalami alergi tersebut atau tidak. 

Tak cuma berdampak pada kesehatan fisik saja, tato juga bisa memberikan efek buruk untuk kesehatan psikologis. Tato mungkin akan terlihat sangat keren saat Anda masih muda, but it seem less cool when you’re getting older. Warna tinta tato memang bisa dipudarkan dengan berbagai cara dan teknologi termutakhir. Tapi akuilah, Anda tak akan lagi memiliki kulit yang sama seperti saat sebelum memakai tato.

Jadi B’timers, think twice sebelum Anda memutuskan untuk menato tubuh. Jika tekad sudah bulat, maka pastikan cari tattoo artist yang ahli dan berlisensi.

Share This Article