Tahun Berapakah Ditemukannya Perawatan Paliatif? | Breaktime
Tahun Berapakah Ditemukannya Perawatan Paliatif?
27.05.2015

Ketika kemungkinan hidup para penderita kanker sudah sangat menipis, bukanlah pencegahan ataupun pengobatan yang dibutuhkan. Melainkan sebuah pelayanan kesehatan yang memungkinkan untuk menghadapi penderitaan sakaratul maut seminimal mungkin. Pelayanan kesehatan yang akhir-akhir ini banyak dipilih adalah  paliatif. Pertanyaanya, tahun berapakah perawatan paliatif ditemukan, 1967 atau 1907?

Sebelum membahas tahun ditemukannya, terlebih dahulu mari berkenalan dengan perawatan paliatif yang sekarang sedang naik daun ini. Menurut World Health Organisation atau WHO (2002) paliatif merupakan perawatan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan pasien yang memiliki penyakit yang mengancam jiwa serta meringankan penderitaan melalui berbagai identifikasi awal dan tindakan. Selain itu, paliatif juga digunakan untuk penanganan masalah lain yang disebabkan penyakit baik fisik, psikologi dan juga spiritual.

Perawatan paliatif ditemukan oleh Dame Cicely Saunders
Perawatan paliatif ditemukan oleh Dame Cicely Saunders

Aru Sudoyo, dokter spesialis kanker dan juga penasehat Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengatakan, perawatan paliatif juga dimaksudkan untuk membantu para pasien kanker yang kondisinya sudah sangat buruk dan tidak bisa disembuhkan lagi untuk menghadapi kematianya secara baik. 

Pelayanan paliatif sendiri ditemukan oleh Dame Cicely Saunders pada tahun 1967 di Inggris. Sebagai seseorang yang bergerak dalam bidang medis, Cicely yang melihat penderitaan para pasien penyakit kronis di akhir hayatnya merasa harus turun tangan dan tidak hanya tinggal diam dengan hal tersebut. Oleh karena hal tersebut, didirikanlah berdirilah berbagai panti perawatan paliatif sampai sekarang ini. 

Sedangkan pada 1907 adalah tahun di mana ditemukannya kemoterapi yang merupakan penggunaan zat kimia, obat sitotastik untuk merawat para pasien kanker. Kemoterapi sendiri bertujuan untuk menghambat dan menghalang-halangi pertumbuhan sel-sel kanker pada tubuh penderita.

Share This Article