Sudah Tahu Beda Osteoporisis dan Osteoarthritis? | Breaktime
Sudah Tahu Beda Osteoporisis dan Osteoarthritis?
22.11.2015

Osteoporosis dan osteoarthritis memang terdengar hampir sama. Tapi, sebenarnya keduanya adalah hal amat berbeda, baik gejala maupun penanganannya. Untuk itu, mengenali dengan baik perbedaan keduanya adalah hal penting agar penanganan tepat.

Osteoporosis

Sudah Tahu Beda Osteoporisis dan Osteoarthritis? | Breaktime
Periode menstruasi abnormal dapat menjadi tanda osteoporosis

Osteoporosis merupakan kondisi dimana kepadatan tulang berkurang dan fraktur lebih mudah terjadi. Osteoporosis pada umumnya disebabkan oleh jaringan tulang yang menghilang karena faktor usia, sehingga tulang menjadi kurang padat.

Osteoporosis tak hanya menyebabkan nyeri, tapi juga dapat memicu terjadinya sakit punggung parah dan perubahan postur tubuh. Selain itu, osteoporosis juga dapat mengganggu kemampuan berjalan penderitanya, serta menyebabkan kecacatan permanen.

Saat ini, osteoporosis lebih dikenal dengan silent disease karena perkembangannya tidak terdeteksi selama bertahun-tahun dan tanpa gejala hingga patah tulang terjadi. Sebagai langkah antisipasi, tes kepadatan tulang menjelang menopause harus dilakukan.

Faktor penyebab osteoporosis:

  • Rokok dan alkohol
  • Kurang aktivitas fisik
  • Asupan kalsium rendah
  • Penggunaan obat-obatan yang mengurangi kepadatan tulang
  • Periode menstruasi abnormal (amenorrhea)
  • Riwayat keluarga
  • Menopause ataupun menopause dini

Meskipun penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun terdapat beberapa obat yang dianjurkan untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Mengonsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D dan gaya hidup sehat dapat mencegah dan mengurangi efek osteoporosis.

Osteoarthritis (OA)

Sudah Tahu Beda Osteoporisis dan Osteoarthritis? | Breaktime
Selain obat-obatan, terapi fisik juga dapat mengatasi OA

Osteoarthritis merupakan salah satu penyakit degenerative yang disebabkan terjadinya radang sendi. OA akan menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada pinggul, lutut, leher, punggung bawah, dan tangan.

OA dapat disebabkan oleh cedera yang terjadi pada sendi akibat tugas berlebihan, berolahraga, ataupun karena kelebihan berat badan. Cedera tersebut kemudian menyebabkan bantalan sendi atau tulang rawan menipis, sehingga menyebabkan tulang saling bergesekan dan menimbulkan rasa sakit.

Gejala pertama OA ditandai dengan rasa nyeri yang meburuk setelah berolahraga atau imobilitas. Pengobatan yang dapat diberikan berupa analgesik, krim topikal, dan oabt-obatan anti inflamasi nonsteroid (NSAID). Selain itu, latihan, terapi fisik, dan operasi penggantian sendi yang rusak juga dapat dilakukan sebagai langkah penanganan.

Meskipun membutuhkan penanganan berbeda, namun latihan yang menekankan peregangan, penguatan, perbaikan postur dengan berbagai gerakan tepat dapat berpengaruh baik pada osteoporosis maupun OA. Namun, berkonsultasilah pada dokter latihan apa saja yang bisa Anda lakukan sebagai terapi sesuai dengan keluhan Anda. (dfr)

Share This Article