Sering Bersantap di Restoran Bisa Bikin Tuli | Breaktime
Siapa Sangka,Sering Bersantap di Restoran Bisa Bikin Tuli
15.10.2015

Makan malam spesial di luar rumah bersama keluarga atau kekasih tentu akan membuat hari Anda menjadi sempurna, bukan? Tapi tahukah Anda bahwa keseringan makan malam di luar ternyata bisa bikin Anda tuli? No jokes! Hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah lho, B’timers!

Umumnya, hampir semua restoran kerap memutar musik dengan volume yang cukup tinggi. Padahal, menurut Dr. Darius Kohan, seorang dokter spesialis mata telinga dan tenggorakan di rumah sakit Lenox Hill serta praktisi di Manhattan Eye, Ear, and Throat Hospital, suara yang melebihi 85 desibel akan menyebabkan gangguan pada fungsi pendengaran.

Tak hanya itu, keseringan makan di restoran pinggir jalan raya yang ramai lalu-lalang kendaraan juga berakibat buruk pada pendengaran. Hal yang sama juga berlaku bila B’timers kerap pergi klub malam yang sering memutar musik hingga 90 desibel!

Uniknya, risiko gangguan pendengaran tidak terjadi pada pelayan restoran sebab mereka menyadari akan ketidaknormalan suara tersebut. Lain halnya dengan para pengunjung yang hanya sesekali datang pada malam Minggu dan terbuai dengan suara keras dalam durasi waktu tak tentu.

Menurut Kohan, gangguan pendengaran ini tidak berpengaruh langsung pada gendang telinga, tapi lebih pada sensitivitas reseptor atau sel-sel rambut yang berada di area koklea, sebuah lubang spiral yang berada di dalam telinga dan bertugas menginterpretasikan suara.

Kohan melanjutkan, makin sering B’timers mendengar suara keras, perlahan-lahan suara dengan frekuensi tinggi dari wanita dan anak-anak akan semakin susah didengar. Jika kerusakan sel ini menjalar pada bagian tertentu, maka Anda akan mulai kehilangan pendengaran cukup serius.

Sering Bersantap di Restoran Bisa Bikin Tuli | Breaktime
Suara musik yang keras bisa merusak fungsi pendengaran

Di Indonesia sendiri, sudah banyak dokter THT yang melarang penggunaan musik bervolume tinggi di dalam restoran. Ada baiknya bila Anda memilih restoran dengan suasana menenangkan yang tak menganggu konsentrasi saat makan. Selain itu, makan malam di restoran yang tenang juga membuat B’timers bisa berkomunikasi lancar dengan pasangan tanpa perlu mengulangi kata atau berteriak-teriak yang mengurangi sisi keromantisan, bukan?

Share This Article