Siaga Sebelum Terlambat dengan Vaksin Kanker Serviks | Breaktime
Siaga Sebelum Terlambat dengan Vaksin Kanker Serviks
23.08.2015

Kanker serviks adalah salah satu penyakit kanker yang menyerang wanita dan dapat menyebabkan kematian. Tak adanya gejala pada stadium awal kasus kanker serviks membuat penanganan penyakit ini terlambat dan tidak optimal, akibatnya tingkat kematian pun tinggi.

Meskipun terkesan menakutkan, sebenarnya kanker serviks yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) bisa dicegah dengan sutik vaksin. Namun, kebanyakan orang masih mempertanyakan manfaat dan risiko vaksin HPV ini. Nah, coba simak informasi dari Breaktime berikut ini:

Jenis vaksin HPV

Di Indonesia terdapat dua vaksin HPV yang digunakan, yakni Gardasil dan Cervarix. Gardasil yang juga disebut Quadrivalent ini berfungsi untuk melindungi dari 4 jenis tipe HPV, yaitu 6, 11, 16, dan 18. Gardasil diberikan melalui tiga kali suntikan ke dalam jaringan otot dalam jangka waktu 6 bulan. Gardasil dapat digunakan pada laki-laki dan perempuan berusia 9 sampai 26 tahun.

Sedangkan Cervarix yang disebut bivalen vaksin berfungsi untuk melindungi dari HPV tipe 16 dan 18. Seperti halnya Gardasil, Cervarix diberikan dalam tiga dosis selama 6 bulan. Cervarik efektif digunakan pada perempuan berusia 9 sampai 25 tahun sebagai pencegahan kanker serviks yang disebabkan HPV tipe 16 dan 18.

Cara kerja vaksin

Vaksin akan membuat respon antibodi
Vaksin akan membuat respon antibodi

Seperti halnya vaksin yang lain, vaksin HPV akan membuat respon antibodi yang akan melindungi tubuh terhadap infeksi. Yang perlu diingat, vaksin hanya berfungsi untuk mencegah kanker serviks bukan mengobati.

Efek samping

Efek samping yang dirasakan umumnya berupa rasa nyeri karena suntikan. Namun, pada beberapa orang dengan alergi berlebihan, vaksin dapat menyebabkan pingsan selama beberapa waktu. Meskipun begitu, pingsan yang terjadi tidak memerlukan penanganan khusus.

Sebagai pencegahan, biasanya penerima vaksin diminta untuk tetap duduk atau berbaring selama 15 menit sebagai langkah pengamatan paska vaksinasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada efek samping berlebih dari penyuntikan vaksin HPV.
Kenapa penting?

Kanker serviks bisa menyerang siapa saja, baik yang telah aktif secara seksual maupun belum. Untuk itu, pemberian vaksin perlu dilakukan. Vaksinasi juga terbukti mengurangi risiko kanker serviks dan berpotensi menurunkan angka kematian akibat kanker serviks. Selain itu, saat vaksinasi juga akan dilakukan skrining dan papsmear sehingga akan terlihat jika ada kelainan pada tubuh.

Masih ragu untuk suntik vaksin HPV, B’timers?

Share This Article