Si Kecil Hobi Olahraga, Baik Nggak Sih? | Breaktime
Si Kecil Hobi Olahraga, Baik Nggak Sih?
08.09.2015

Memasuki usia sekolah, biasanya si kecil semakin aktif bergerak. Tak jarang pula ia mulai menyukai olahraga yang di kenal di sekolah, mulai dari berlari, senam, bahkan sepakbola. Sebagai orangtua pasti muncul dilema, baik atau burukkah kebiasaan si kecil ini? Menyehatkan atau malah berbahaya ya hobi olahraganya? Ini dia jawabannya!

Kesehatan fisik

Olahraga di waktu kecil dapat menurunkan risiko berbagai penyakit di kemudian hari, termasuk tekanan darah tinggi, obesitas, penyakt jantung, diabetes, bahkan kanker. Selain itu, menurut sebuah artikel yang diterbitkan University of Florida, anak yang sering berolahraga juga kurang mungkin merokok, minum alkohol, maupun mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Kesehatan mental

Tak hanya berdampak positif pada kesehatan fisik, berolahraga juga dapat mempengaruhi kesehatan mental. Oleharaga akan memicu pelepasan endorfin di otak yang akan meningkatkan suasana hati, mengurangi kecemasan dan mencegah depresi.

Lakukan olahraga bersama buah hati Anda
Lakukan olahraga bersama buah hati Anda

Self esteem

Anak yang sering berolahraga akan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak melakukannya. Selain lebih percaya diri, anak akan lebih menghargai dirinya sendiri. Hal ini tentu saja karena bentuk tubuh yang lebih baik dan endorfin yang menjaga suasana hati.

Pengaruh sosial

Menurut penelitian yang dilakukan di University of Florida, anak yang aktif berolahraga memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik. Selain itu, keterampilan sosialnya pun akan berkembang. Olahraga, terutama yang dilakukan berkelompok akan memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan persahabatan, belajar untuk kalah dan menang, berperan menjadi pemimpin, belajar mengikuti aturan, serta berlatih mengelola konflik. Bahkan, Special Education Advisor melalui website-nya menilai bahwa dampak positif ini akan berpengaruh banyak pada anak berkebutuhan khusus.

Meskipun memiliki pengaruh yang amat sangat baik. Namun, orangtua memiliki kewajiban sebagai pengawas, karena bagaimanapun yang berlebihan tidaklah baik. Oleh karena itu, perhatikan jumlah olahraga yang dilakukan anak. Selain itu, sebagai pengawas, orangtua harus paham betul bahaya yang mungkin mengancam anak, karena tak satupun olahraga yang tidak berisiko.

Jika memungkinkan, luangkan waktu agar bisa berolahraga bersama anak. Selain untuk mengawasinya agar tetap aman, B’timers juga akan mendapatkan manfaat positif dari olahraga.

Share This Article