Sering Sakit Kepala Akibat Diet? Kok Bisa? | Breaktime
Sering Sakit Kepala Akibat Diet? Kok Bisa?
27.10.2017

Siapa sih yang tak ingin memiliki tubuh ramping ideal? Sayangnya, tak semua diet berjalan sesuai harapan. Alih-alih menurunkan berat badan, program diet yang tidak seimbang ternyata dapat menyebabkabkan Anda sering sakit kepala. Sebuah studi yang dilakukan oleh organisasi National Headache Foundation, pola diet yang Anda lakukan berpengaruh terhadap 30% kasus migrain yang dialami. Mulai dari konsumsi kafein berlebihan hingga gula darah rendah, banyak hal dalam program diet Anda yang perlu dicermati agar tak lagi merasakan sakit kepala berkepanjangan.

Saat tengah melakukan program diet, B’timers pasti cenderung membatasi asupan kalori harian Anda. Tak hanya mengurangi porsi makan, banyak pelaku diet yang sengaja melewatkan waktu sarapan atau makan malam. Faktanya, jarak makan yang terlalu jauh atau pola makan tidak teratur dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang pada akhirnya dapat memicu sakit kepala. Tubuh yang merasa kelaparan juga akan memicu produksi hormon serupa ketika Anda mengalami stres sehingga muncullah efek samping berupa sakit kepala.

Apabila B’timers sedang melakukan diet lalu mendadak merasa sakit kepala, segeralah makan agar sakit kepala dan gejala lain seperti lemas dan gemetar menjadi sirna. Normalnya, interval jadwal makan yang sehat ialah tidak lebih dari empat jam. Untuk menghindari hasrat nyemil di sela waktu makan, B’timers bisa mencoba mengudap healthy snack seperti selai kacang dan apel, wortel, atau segenggam kacang almond untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. 

Sering Sakit Kepala Akibat Diet? Kok Bisa? | Breaktime
Sakit kepala yang menyerang setiap hari sebaiknya tidak diremehkan begitu saja

Selain pola makan yang tidak teratur, dehidrasi juga menjadi salah satu penyebab utama sering sakit kepala. Relevansi antara asupan cairan dan sakit kepala hingga kini masih belum diteliti secara ilmiah, namun hal tersebut diduga berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah di otak yang sekaligus mengurangi pasokan darah dan oksigen ke otak sehingga menyebabkan sakit kepala. Dehidrasi juga dapat menyebabkan kurangnya pasokan elektrolit yang terkandung dalam air dan secara tidak langsung dapat menimbulkan sensasi pusing. Tak hanya sakit kepala, dehidrasi juga dapat menghambat progress program diet Anda lho! Rasa haus berlebihan juga dapat menyebabkan tubuh Anda bingung membedakannya dengan rasa lapar sehingga B’timers akan memiliki dorongan untuk makan secara berlebihan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Cara Mengobati Sakit Kepala ala Natural Remedies

Diet juga dapat menimbulkan sakit kepala karena konsumsi aspartam berlebihan. Aspartam merupakan bahan pemanis buatan yang banyak ditemukan pada minuman maupun makanan diet. Beberapa orang tertentu memiliki sensitivitas terhadap aspartam sehingga mengalami efek samping berupa sakit kepala berkepanjangan. Selalu amati pola sakit kepala yang Anda alami apabila Anda curiga penyebabnya ialah kandungan aspartam. Alternatifnya, cobalah ganti penggunaan minuman berpemanis buatan menjadi madu sebagai pemanis alami nan menyehatkan. Tak hanya mengurangi konsumsi aspartam, penggunaan madu juga dapat membantu pelepasan lemak pada tubuh.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Sakit Kepala Belakang, Sepele tapi Mengganggu

Selain aspartam, asupan kafein yang tidak seimbang juga dapat menyebabkan sakit kepala terus-menerus. Salah satu aspek dalam program diet Anda tentunya memangkas asupan kafein dengan sama sekali tidak mengkonsumsi soda atau kopi. Dengan demikian, B’timers akan kekurangan asupan kafein secara drastis. Faktanya, kekurangan kafein sama haln ya seperti kelebihan kafein yang dapat menimbulkan sakit kepala. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba mengurangi asupan kafein secara bertahap, bukan berhenti mengkonsumsinya sama sekali sehingga tubuh Anda tidak kaget dan menyisakan efek sakit kepala.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Serba-serbi Sakit Kepala Sebelah

Pelaku diet juga seringkali memendam stres akibat program melangsingkan badan yang tidak berjalan lancar maupun tidak lekas menunjukkan hasil. Dampaknya, rasa stres tersebut dapat membuat Anda merasa tegang hingga sakit kepala. Sensasi pusing tersebut diakibatkan oleh pelepasan hormon adrenalin atau kortisol sebagai upaya alami tubuh dalam menangkal stres. Meski natural, pelepasan hormon tersebut memicu kontraksi pembuluh darah sekaligus menimbulkan reaksi berupa sakit kepala. Untuk menangani stres akibat diet, B’timers bisa mencoba melakukan kegiatan relaksasi yang menyenangkan seperti menonton film atau jalan-jalan, hingga melakukan meditasi untuk menjernihkan pikiran.

Semoga program diet B’timers berjalan lancar tanpa menimbulkan efek samping sering sakit kepala ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE