Sehatkah Menggunakan Sperma Sebagai Masker Wajah | Breaktime
Sehatkah Menggunakan Sperma Sebagai Masker Wajah?
31.12.2015

Bagi B’timers yang gemar akan sejarah-sejarah Mesir kuno, tentunya pernah mendengar kabar bahwa Cleopatra memiliki ritual khusus agar dapat menjaga kulit wajah dan badannya tetap halus, putih dan kencang, yaitu dengan menggunakan sperma laki-laki. Wow, benarkah demikian?

Memang sih, sampai sekarang masih menjadi perdebatan panjang apakah benar sperma dapat membuat kulit wajah dan tubuh kencang, halus dan putih?

Pro dan kontra terus berlanjut hingga kini. Walaupun ada yang tidak setuju akan hal tersebut, namun tidak sedikit pula yang mengatakan bahwa sperma aman digunakan untuk terapi kesehatan kulit. Bahkan ada seorang beauty blogger dari Inggris pernah mempraktikkan bagaimana sperma dapat membantu seorang wanita menjadi lebih cantik.

Well, secara medis, sampai sekarang ini belum ada penelitian yang benar-benar terbukti dan dipercaya banyak orang di seluruh dunia mengenai khasiat sperma bagi kesehatan dan kecantikan kulit.

Akan tetapi, di tahun 2012 lalu, sebuah perusahaan pembuat produk-produk kecantikan asal Norwegia Bioforskning mengatakan bahwa di dalam sperma terdapat senyawa crystalline polymine yang berkhasiat 3 kali lebih bagus dari vitamin E dan memiliki fungsi untuk memperlambat proses penuaan.

Tidak hanya itu, kabarnya sperma juga memiliki kandungan kalsium, vitamin C, asam nitrat, kolin, fruktosa, creatine, magnesium, fosfor hingga vitamin B12. Bahkan kabar lain menyebutkan bahwa dengan menggunakan sperma untuk kulit, maka seseorang akan nampak lebih muda karena mengandung non-toxic natural toner.

Sehatkah Menggunakan Sperma Sebagai Masker Wajah | Breaktime
Jikalau ada produknya, maukah Anda mencoba menggunakannya?

Namun, berbeda dengan penelitian-penelitian yang lebih mengangkat sisi positif kandungan dalam sperma, ada pula yang berhasil mengungkapkan bahwa air mani pria baik untuk kulit hanyalah mitos belaka. Bahkan disebutkan pula, dengan menggunakan sperma secara langsung ke kulit wajah, maka justru dapat merusak kehalusan alami kulit.

Hal tersebut disebabkan karena protein yang terkandung dalam sperma dapat menimbulkan alergi bagi orang-orang yang memiliki kulit sensitif. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan seorang dermatology asal California, Amerika Serikat, Dr Will Kirby. Dia menyarankan untuk tidak sembarangan mengoleskan apapun ke kulit, khususnya bagian wajah, karena belum tentu kandungan dalam sperma setiap pria adalah sama.

Alergi yang ditimbulkan antara lain, rasa panas sampai dengan gatal-gatal. Bahkan akan menjadi satu hal yang berbahaya jika sperma yang digunakan adalah dari pria yang berpenyakit menular. Dr Kirby juga menjelaskan bahwa, banyak pria yang terkena penyakit kelamin walaupun mereka setia dengan satu pasangan.

Jadi, jangan uji cobakan kulit B’timers sendiri dengan menggunakan sperma sebagai sarana pemutih, penghalus dan pengencang kulit. Walaupun memiliki khasiat, namun belum ada bukti secara medis akan hal itu. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? (das)

Share This Article