Seberapa Bahaya Menatap Gerhana Secara Langsung? | Breaktime
Seberapa Bahaya Menatap Gerhana Secara Langsung?
04.09.2017

B’tiemrs tentu masih ingat kehebohan gerhana matahari total yang melintasi sebagian besar Amerika Serikat pada 21 Agustus 2017 kemarin. Demikian juga dengan fenomena gerhana matahari sebagian yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada 9 Maret 2017 yang silam. Rupanya tak hanya di Indonesia, mayoritas warga Amerika Serikat juga mengalami hype gerhana matahari.

Tak jarang warga Amerika Serikat yang melakukan perjalanan melintasi berbagai negara bagian untuk menyaksikan fenomena total solar eclipse tersebut dari awal hingga usai. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sekeluarga bahkan turut menyaksikan kejadian alam langka tersebut melalui Gedung Putih. Sebenarnya aman nggak sih bagi B’timers untuk menonton fenomena alam yang satu ini? Dirangkum dari buzzfeed.com, berikut ini beberapa fakta mengenai bahaya menyaksikan gerhana matahari terhadap kesehatan mata Anda.

Sebenarnya berbagai media, kolom jurnal ilmiah, hingga NASA telah mengeluarkan beberapa pernyataan resmi yang melarang Anda untuk menyaksikan gerhana matahari secara langsung tanpa mengenakan pelindung mata. Tak hanya itu, beberapa netizen juga mengeluhkan kekhawatiran yang sama mengenai kesehatan mata mereka yang terganggu setelah menyaksikan gerhana matahari secara langsung. Mungkin Anda sempat mengabaikan peringatan resmi tersebut dan iseng menatap ke arah gerhana matahari secara langsung tanpa mengenakan pelindung sama sekali. Dari beberapa ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan mata yang Anda rasakan, manakah yang sekedar paranoia dan manakah yang benar-benar gangguan kesehatan mata yang sesungguhnya?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Kenali Lebih Dini Gejala Stroke Ringan

Dr. Ranya Habash, salah satu profesor ophthalmology di Institut Mata Bascom Palmer, Kepala Petugas Medis Everbridge, dan konsultan TopLine MD memberikan beberapa petunjuk berikut mengenai gangguan kesehatan mata yang mungkin Anda alami karena melihat gerhana matahari. Terdapat suatu gejala kesehatan yang dinamakan solar retinopathy, yakni gangguan yang timbul pada bagian retina Anda yang merupakan tempat yang menjadi pusat syaraf penglihatan Anda. Gejala tersebut merupakan semacam sunburn / luka bakar yang dialami retina.

Secara khusus, bagian yang mengalami kerusakan tersebut merupakan macula, yakni bagian paling tipis dari retina yang bertugas mengontrol ketajaman dan pusat syaraf penglihatan Anda. Tak hanya itu, macula juga paling rawan mengalami gangguan sunburn dibandingkan dengan bagian mata yang lainnya. Luka bakar tersebut dapat terjadi setelah beberapa detik maupun beberapa menit paparan terhadap visualisasi gerhana, tergantung pada respon fisik dan daya tahan tiap individu. Alih-alih sepenuhnya buta, gangguan tersebut sebenarnya tak akan menimbulkan kerusakan permanen karena Anda masih akan memiliki daya penglihatan peripheral.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Merawat Kesehatan Kulit kala Cuaca Ekstrem

Dr. Joel Schuman, profesor dan pimpinan Departemen Ophthalmology di Pusat Medis Universitas New York menyatakan bahwa terdapat beberapa gejala utama kerusakan retina yang harus diwaspadai, misalnya pandangan kabur atau daya penglihatan yang menurun di pusatnya, distorsi warna pada pandangan Anda, ilusi mata / afterimage, titik buta / blindspot, maupun kehilangan penglihatan sama sekali. Ilusi mata / afterimage sebenarnya merupakan hal yang cukup normal setelah menatap sesuatu selama beberapa saat lalu segera mengalihkan pandangan ke tempat lain namun Anda seakan masih menatap benda yang sama. Sedangkan gangguan yang cukup fatal ialah hilangnya daya penglihatan pada salah satu maupun kedua bola mata. 

Seberapa Bahaya Menatap Gerhana Secara Langsung? | Breaktime
Kacamata khusus yang dibagikan kepada warga Amerika Serikat untuk menyaksikan gerhana matahari secara aman

Banyak orang merasa panik setelah menatap gerhana matahari lalu mengalami sakit kepala. Padahal, bisa jadi rasa sakit tersebut merupakan gejala sakit kepala biasa dan tidak ada hubungannya dengan kerusakan mata. Anda tidak perlu waspada apabila sensasi pusing tersebut tidak diikuti oleh gejala gangguan penglihatan lainnya. Umumnya, gangguan daya penglihatan perlu waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk muncul ke permukaan, sehingga Anda mungkin akan kesulitan untuk segera mengetahuinya. Anda bisa bernafas lega apabila rasa pusing tersebut ternyata merupakan sakit kepala biasa, namun tetap perhatikan sejauh apa Anda mengalami gangguan penglihatan pada beberapa jam hingga beberapa hari selanjutnya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ini Dia Faktor-faktor Penyebab Sakit Wasir

Meski mayoritas gangguan mata yang timbul merupakan kerusakan permanen, mata Anda sebenarnya akan mengalami proses penyembuhan alami dari waktu ke waktu. Apabila macula pada mata Anda terlanjur mengalami kerusakan, dokter tidak dapat menyembuhkan sama sekali kecuali hanya mengandalkan pada kemampuan mata Anda untuk melakukan recovery sambil meresepkan steroid dan obat anti radang untuk mengurangi pembengkakan.

Hal utama yang perlu Anda lakukan tentunya memeriksakan diri langsung ke dokter mata terdekat untuk mengetahui adanya gangguan. Semoga Anda bisa lebih waspada menjelang fenomena gerhana matahari yang selanjutnya pada tahun 2024 ya, B’timers! (dee)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE