RIP Robby, Mantan Perokok yang Jadi Aktivis Anti Rokok | Breaktime
RIP Robby, Mantan Perokok yang Jadi Aktivis Anti Rokok
26.06.2015

Selasa, 23 Juni 2015, media sosial digemparkan dengan kabar meninggalnya Robby Indra Wahyuda, seorang penggiat kampanye anti rokok sekaligus penggagas petisi online Dukung FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) atau Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau.

Robby menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 14.00 di usia 26 tahun. Pria yang sebelumnya diketahui telah menjadi perokok aktif sejak SD ini divonis kanker laring stadium 3. Karena penyakitnya tersebut, ia harus merelakan pita suaranya untuk diangkat. 
Setidaknya, ada sejumlah zat mengerikan yang berdampak fatal pada kesehatan seorang perokok seperti Robby. Berikut Breaktime rangkumkan informasinya untuk Anda:

Zat monoksida

Asap rokok sangat berbahaya bagi hemoglobin
Asap rokok sangat berbahaya bagi hemoglobin

Zat yang biasanya ada di asap knalpot ini ternyata juga ada dalam asap rokok yang dengan mudah bisa dihirup siapa saja. Zat ini juga sangat mudah untuk mengikat diri pada hemoglobin dalam darah secara permanen sehingga menghalangi oksigen untuk masuk ke dalam tubuh.

Tar

Ketika merokok, kandungan tar akan ikut terhisap dan mengendap di paru-paru. Bila dibiarkan, zat ini akan berdampak negatif pada kinerja bulu kecil yang melapisi paru-paru. Padahal, bulu halus tersebut bertugas untuk membersihkan kuman, bakteri, maupun virus yang memicu penyakit bronchitis serta kanker paru-paru.

Benzene

Kandungan rokok yang tak bisa lepas dari benzene ternyata juga berdampak mengerikan pada gen. Zat ini mampu merusak sel pada tingkat genetik dan memicu kemunculan berbagai jenis kanker seperti ginjal dan leukemia.

Nikotin

Selain membuat kecanduan, nikotin juga bikin denyut jantung, adrenalin, dan tekanan darah B’timers meningkat. Sejumlah orang menyiasati hal ini dengan beralih ke rokok elektrik, namun Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA menyatakan bahwa kadar nikotin pada rokok elektrik juga tinggi dan dapat mengakibatkan efek yang sama.

Nah, bagi Anda yang masih merokok, masihkah B’timers rela mengisi waktu luang untuk menghisap rokok dengan dalih melepaskan stres? Cukuplah kasus Robby ini jadi pelajaran yang menyentak kesadaran Anda akan bahaya rokok.

Share This Article