Rahasia Hypnic Jerk, Sensasi Tersentak Saat Tidur | Breaktime
Rahasia Hypnic Jerk, Sensasi Tersentak Saat Tidur
20.08.2015

Pernah merasa seperti akan terjatuh saat sedang tidur? Jika pernah, itu tandanya B’timers mengalami hypnic jerk. Hypnic jerk ini juga dikenal dengan beberapa istilah lain, yaitu night starts, sleep starts, Hypnagogic jerk, dan myoclonus atau myoclonic jerk. Namun, apa yang sebenarnya terjadi ketika Anda merasakan hal ini?

Pengertian hypnic jerk

Hypnic jerk merupakan kedutan otot yang terjadi ketika Anda tertidur. Secara ilmiah fenomena ini, disebut dengan hypnagogic state of consciousness atau menyentak kesadaran. Biasanya akan terjadi sentakan kuat yang akan mempengaruhi seluruh tubuh. Namun, kaki dan tangan merupakan bagian tubuh yang paling terpengaruh. Hynic jerk biasanya disertai dengan perasaan bahwa Anda terjatuh, flash sensorik, dan mimpi visual atau halusinasi.

Ketika mengalami hypnic jerk, biasanya Anda akan merasakan sensasi seperti akan terjatuh yang menyebabkan Anda terbangun dengan tiba-tiba. Perasaan lain yang biasa dialami adalah mimpi melompat atau berjalan, kemudian terjatuh. Sebenarnya, kedutan otot yang terjadi pada hypnic jerk ini tak hanya terjadi ketika Anda tidur, cegukan adalah salah satu kedutan otot yang sering Anda jumpai.

Mengapa terjadi hypnic jerk?

Ada dua teori yang menjelaskan penyebab terjadinya hypnic jerk, yaitu:

  • Relaksasi otot

Teori ini menjelaskan bahwa hypnic jerk adalah bagian normal dari sistem saraf yang melambat saat tidur. Seperti napas dan detak jantung yang melambat, otot juga akan berelaksasi. Relaksasi otot inilah yang menyebabkan hypnic jerk.

  • Refleks otak

Saat Anda tertidur, otak kadang jadi bingung dan berpikir bahwa Anda terjatuh. Oleh karena itu, otak akan mengirimkan sinyal ke lengan dan kaki agar pindah ke posisi tegak, sehingga menimbulkan sensasi tersentak.

Pemicu hypnic jerk

Minum kopi dapat memicu hypnic jerk
Minum kopi dapat memicu hypnic jerk

Hypnic jerk bisa muncul karena beberapa faktor pemicu, yaitu asupan kafein dan alkohol, pekerjaan fisik yang intens sebelum tidur, tidur di tempat yang tidak nyaman, kelelahan, serta stres secara emosional.

Selain faktor tersebut, gangguan tidur, kondisi medis, penggunaan obat, dan gangguan mental juga dapat menyebabkan terjadinya hypnic jerk.

Selama tidak ada masalah pada tubuh dan kondisi mental, hypnic jerk merupakan hal yang normal. Jadi, tak perlu khawatir jika Anda mengalaminya ya, B’timers.

Share This Article