Hubungan Cokelat dengan Penderita Penyakit Stroke | Breaktime
Rahasia di Balik Cokelat dan Penyakit Stroke!
03.07.2015
“Anything is good if it’s made of chocolate.” – Jo Brand

Tak bisa disangkal, cokelat memiliki rasa yang sangat enak dan begitu pas di lidah. Entah dijadikan olahan kue, permen, es krim, minuman atau dalam bentuk cokelat batang, cokelat tetap memberi efek yang bisa membuat pikiran rileks dan perasaan jadi senang. Lalu, apa kaitan cokelat dengan penyakit stroke? Apakah makan cokelat bisa memicu stroke?

Definitely not. Justru sebaliknya, cokelat bisa membantu mengurangi resiko penyakit stroke! Kok bisa? Inilah fakta yang perlu B’timers ketahui tentang cokelat dan stroke:

  • Mengonsumsi 100 gram cokelat per hari dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskular hingga 25 persen dan resiko stroke hingga 23 persen.
  • Makan cokelat bisa menambah asupan energi.
  • Meski cokelat susu dianggap lebih tak sehat dibandingkan dark chocolate, sebenarnya manfaat kesehatannya sama dengan dark chocolate.
  • Kandungan flavonoid serta kalsium dan asam lemak dari susu yang terdapat dalam cokelat berperan penting menurunkan resiko penyakit jantung.
  • Memakan cokelat dengan porsi wajar cenderung lebih memotivasi untuk berolahraga.

Meski demikian, sangat perlu diingat bahwa kita tetap harus menjaga porsi cokelat yang kita makan. Sebab, terlalu banyak makan cokelat yang manis dan berkalori juga dapat memberikan dampak negatif untuk kesehatan, misalnya memicu obesitas. Seperti disarankan, cukup mengonsumsi 100 gram atau dua batang cokelat saja per hari.

Cokelat bantu kurangi resiko penyakit stroke
Cokelat bantu kurangi resiko penyakit stroke

Nah, walaupun cokelat menyehatkan, bukan berarti B’timers bebas dari kewajiban menjaga gaya hidup dan pola makan yang sehat dan seimbang. Tetaplah rutin berolahraga karena itu sangat penting untuk kesehatan. Juga jangan lupa selalu mengonsumsi sayuran dan buah untuk asupan vitamin dan mineral.

Cokelat memang manis dan bikin sehat, tetapi jangan sampai berlebihan mengonsumsinya, ya! Tetap jalankan pola makan yang sehat.

Share This Article