Penyebab Pusing dan Halusinasi Setelah Kecelakaan | Breaktime
Pusing dan berhalusinasi setelah kecelakaan, apa penyebabnya?
15.07.2015
Pagi Bu Dokter,


Beberapa waktu lalu saudara saya kecelakaan dari sepeda motor dan mengalami benturan kepala bagian belakang. Sempat diperiksa dokter, hasilnya tidak ada pendarahan di otak dan kondisinya baik-baik saja. Cuman keluhan-nya pusing dan kadang sering berhalusinasi. Kira2 kenapa ya Dok? Mohon pencerahannya.





Henry Susanto, (28), Malang

Selamat pagi.

Ada baiknya kalau lain waktu bisa disertakan jenis kelamin, usia, waktu kejadian, dan lama keluhan saat berkonsultasi untuk diagnosa yang lebih akurat.

Apa sudah memastikan tidak ada pendarahan di otak melalui CT-scan? Jika memang sudah dipastikan melalui CT-scan, maka bisa jadi yang dialami pasien adalah PTSD. Dengan catatan hasil skrining yang lain tidak menunjukkan kelainan atau pasien tidak sedang mengonsumsi obat apa pun. Sebab bisa jadi, gejala yang disebutkan merupakan efek samping dari obat-obatan yang sedang dikonsumsi (jika pasien memang sedang mengkonsumsi obat tertentu).

PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) adalah salah satu jenis gangguan kecemasan yang terjadi “pasca-trauma” atau setelah seseorang mengalami beberapa jenis peristiwa traumatik, salah satunya kecelakaan.

Penderita PTSD sering merasa pusing dan sesak nafas
Penderita PTSD sering merasa pusing dan sesak nafas

Ada beberapa gejala yang sering terjadi pada penderita PTSD, misalnya sering teringat dengan peristiwa penyebab trauma atau mengalami mimpi buruk tentang kejadian-kejadian yang membuat penderita sedih. Lebih lanjut, penderita PTSD juga mudah kehilangan minat, dan sensitivitas meningkat yang ditandai dengan susah tidur, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi.

Gejala lain yang bisa muncul antara lain serangan panik (panic attack) dengan manifestasi yang bermacam-macam misalnya pusing (seperti yang dialami pasien), berdebar-debar, sesak nafas, sakit perut, dan lain-lain. Selain itu, penderita PTSD juga sering mengembangkan ide atau persepsi aneh seperti berhalusinasi atau berkhayal, meskipun begitu gejala ini bersifat sementara dan dapat hilang dengan sendirinya.

Jika memang penderita merasa perlu, ada baiknya untuk melakukan skrining agar dapat dipastikan jika benar-benar tidak ada penyebab atau kelainan tertentu.

Share This Article