Kebiasaan Tidur Siang Berjam-jam, Bagus Tidak? | Breaktime
Punya Kebiasaan Tidur Siang Berjam-jam, Bagus Tidak?
20.05.2016

Anda biasa tidur siang, B’timers? Saat kita merasakan kantuk yang berlebihan, tidur siang bisa menjadi obat terbaik, lho. Bahkan ada beberapa orang yang mengganti jam tidur malam yang kurang dengan tidur lama di siang hari. Tapi disarankan untuk tidak tidur siang terlalu lama. Hmm, lalu bgaimana dengan kebiasaan tidur siang berjam-jam, baguskah?

Meningkatkan risiko diabetes

Kebiasaan Tidur Siang Berjam-jam, Bagus Tidak? | Breaktime
Banyak begadang bisa membuat rasa kantuk di hari kerja

Untuk mendapatkan kesehatan yang baik, salah satunya adalah dengan mendapatkan tidur yang cukup. Tapi sayangnya, Anda tidak akan mendapatkan satupun manfaat jika tidur siang terlalu lama, lho. Para ilmuwan di University of Tokyo menemukan fakta, jika seseorang  terlalu lama tidur di siang hari, dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik.

Ditemukan, bahwa tidur siang selama 40 menit atau lebih memiliki kaitan erat dengan peningkatan tajam berbagai penyakit. Termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol hingga naiknya kadar gula darah, B’timers. Dan hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Bahkan selalu merasa lelah di siang hari juga berkaitan dengan adanya gangguan sistem metabolisme tubuh.

Tidur siang lama, baguskah?

Kebiasaan Tidur Siang Berjam-jam, Bagus Tidak? | Breaktime
Menunggu keberangkatan? Tidur saja!

Seorang ahli diabetes di University of Tokyo Tomohide Yamada menemukan fakta menarik dari kebiasaan tidur siang berjam-jam. Well, tidur siang memang merupakan hal yang umum di dunia. Karena penyakit metabolik yang terus meningkat hingga saat ini, jadi sangat penting meneliti hubungan tidur siang dengan penyakit metabolik, B’timers.

Yamada menemukan mereka yang tidur siang selama kurang dari 40 menit ternyata tidak menunjukkan risiko sindrom metabolik. Sebaliknya, risiko tersebut meningkat tajam jika tidur siang berlangsung lebih lama dari 40 menit, lho. Dikatakan lebih lanjut, bahwa tidur siang selama 90 menit dapat meningkatkan risiko sindrom metabolic sebanyak 50 persen.

Ini tidur siang yang disarankan

Kebiasaan Tidur Siang Berjam-jam, Bagus Tidak? | Breaktime
Jangan lama-lama, cukup 20 hingga 30 menit saja

Menurut data yang dihimpun dari Centers for Disease Control and Pervention, sekitar sepertiga orang dewasa di Amerika tidak mendapatkan tidur yang cukup. Anda tahu, bahwa direkomendasikan untuk tidur selama 7 sampai 9 jam di malam hari. Sementara National Sleep Foundation menyarankan tidur siang 20 sampai 30 menit saja sudah cukup, lho.

Komponen penting dari gaya hidup sehat kita selain diet dan olahraga adalah tidur, B’timers. Tidur siang singkat kurang dari 30 menit dapat menurunkan risiko sindrom metabolik. Itu artinya Anda akan mendapatkan manfaat menguntungkan bagi kesehatan. Nah, setelah ini, apakah Anda masih suka dengan kebiasaan tidur siang berjam-jam, B’timers? (NO)

Share This Article