Pilih Masker Anti Polusi yang Tepat Untuk Kabut Asap! | Breaktime
Pilih Masker Anti Polusi yang Tepat Untuk Kabut Asap!
22.10.2015

Sejak pertengahan tahun lalu, masyarakat Indonesia digemparkan dengan bencana kabut asap yang menimpa masyarakat Sumatera dan Kalimantan. Tak sedikit yang akhirnya terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berakhir dengan kematian.

Selain minimnya udara bersih dan pekatnya polusi akibat kabut asap, ISPA juga kerap terjadi akibat ketiadaan masker. Padahal, masker yang tepat banyak membantu untuk kesehatan sistem pernapasan. Untuk itu, memilih masker yang tepat, bisa menjadi langkah tepat untuk menjaga kesehatan saluran napas.

Masker pemurni udara

Perhatikan tipe masker agar berfungsi optimal
Perhatikan tipe masker agar berfungsi optimal

Masker pemurni udara atau air-purifying respirators (APRs) yang paling banyak digunakan adalah masker partikulat. Masker ini digunakan untuk menutup hidung dan mulut untuk memberikan perlindungan dari debu, kabut, cairan, dan asap. Umumnya, masker partikulat digunakan sekali pakai ataupun berulang kali dengan mengganti filter yang ada.

Terdapat 3 jenis masker partikulat yang dibagi sesuai tingkat resistensi terhadap partikel minyak dalam udara:

  • Tipe N – tidak tahan terhadap minyak

Masker jenis ini bisa digunakan untuk menyaring udara dengan kondisi tidak ada kandungan minyak.

  • Tipe R – tahan minyak hingga 8 jam

Masker tipe R dapat digunakan untuk menyaring udara dengan kondisi tidak ada kandungan minyak. Tapi, dapat berfungsi selama 8 jam jika sewaktu-waktu ada kandungan minyak secara mendadak.

  • Tipe P – tahan minyak

Bisa digunakan dalam kondisi apapun baik dengan adanya kandungan minyak di udara atapun tidak. Ketahanan filter ini bermacam-macam tergantung dari varian yang disediakan produser masker.

Cara memilih masker yang tepat

Menggunakan masker bedah, sangat tidak efektif untuk menghindari polusi!
Menggunakan masker bedah, sangat tidak efektif untuk menghindari polusi!
  • Pas di wajah

Dalam memilih masker, Anda harus memperhatikan pas atau tidaknya ketika dikenakan, terutama bagi anak-anak. Adanya celah karena masker yang terlalu besar dapat menyebabkan partikel polusi udara masuk dan terhisap oleh saluran pernapasan.

  • Material masker

Kemampuan untuk menyaring udara adalah hal penting yang harus benar-benar diperhatikan. Masker berbahan katun ataupun masker bedah, tidak efektif untuk menghindari polusi, sehingga risiko ISPA masih sangat besar. National Institute for Occupational Safety and Health, Amerika menyarankan untuk menggunakan setidaknya masker N95 yang dapat menyaring 95 persen partikulat udara.

  • Ventilasi yang baik

Selain kemampuan untuk menyaring polusi, masker juga harus memiliki ventilasi yang baik, terutama jika digunakan oleh Anda yang aktif bergerak. Dengan begitu, Anda bisa tetap bernapas dengan nyaman meskipun mengenakan masker.

Memilih masker yang tepat dan sesuai dengan fungsinya sebagai anti polusi dapat membantu Anda terhindar dari ISPA yang dapat menyebabkan kematian.

Share This Article