Penyebab Thalassemia, Penyakit Langka Berbahaya | Breaktime
Penyebab Thalassemia, Penyakit Langka Berbahaya
30.10.2017

Penyakit thalasemia merupakan salah satu jenis penyakit anemia hemolitik serta tergolong ke dalam penyakit keturunan. Hingga tahun 2013, thalasemia telah menjangkiti 280 juta orang di seluruh dunia, dengan 439.000 kasus di antaranya terhitung fatal, namun jumlah tersebut telah menghasilkan angka kematian yang jauh menurun dari tahun ke tahun akibat perkembangan teknologi dan pengetahuan medis. Tingkat kejadian thalasemia pada pria maupun wanita tergolong sama saja, namun orang-orang dengan keturunan Italia, Yunani, Timur Tengah, Asia Selatan dan Tenggara, hingga Afrika memiliki kecenderungan tinggi untuk mengidap Thalasemia.

Penderita thalasemia minor sama halnya dengan penderita penyakit sel sabit yang terlindung dari malaria, sehingga thalasemia banyak dijumpai pada kawasan yang secara umum sering terkena wabah malaria, termasuk Indonesia. Secara statistik, 6 hingga 10 dari 100 warga Indonesia membawa potensi penyakit thalasemia pada sel darahnya, yang sebagian besar berasal dari kelompok usia janin maupun bayi baru lahir hingga remaja 18 tahun. Penyebab thalasemia yang paling utama ialah ketidaksempurnaan dan ketidakseimbangan rantai protein dalam sel darah yang dibutuhkan dalam proses pembentukan hemoglobin atau sel darah merah.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Jangan Sepelekan Gejala Kanker Payudara Pria Ini

Pada akhirnya, kecacatan hemoglobin yang terbentuk dapat berdampak buruk pada kinerja tubuh yang sebagian besar dipengaruhi oleh kualitas peredaran darah. Hemoglobin terbentuk oleh globin, apoprotein, empat gugus heme, serta suatu molekul organik bersama dengan satu zat besi. Kurangnya faktor globin serta zat besi yang merupakan pengikat agar keping sel darah merah merah atau hemoglobin tidak rusak kemudian dapat menjadi penyebab thalasemia. Dampak selanjutnya ialah seluruh fungsi tubuh yang berhubungan dengan peredaran darah pun tidak dapat menunjukkan performa maksimal.

Penyebab Thalassemia, Penyakit Langka Berbahaya | Breaktime
Kerusakan pada sel darah merah menjadi salah satu penyebab penyakit thalasemia

Pada tubuh manusia, pusat produksi sel darah terdapat di tulang sumsum belakang. Akibat mutasi gen DNA, sel darah merah menjadi cepat rusak sehingga menjadi salah satu faktor penyebab thalasemia. Normalnya, sel darah merah memiliki masa hidup hingga 120 hari sembari tulang belakang memproduksi sel darah merah yang baru. Pada penderita thalasemia, kecepatan rusaknya dan matinya sel darah merah tidak berjalan seimbang dengan proses produksinya lewat tulang belakang. Salah satu upaya mencegah menurunnya fungsi tubuh akibat thalasemia ialah dengan melakukan transfusi darah pada waktu tertentu.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tanda-Tanda Vertigo, Benarkah Vertigo Penyakit?

Penyakit thalasemia disebabkan juga oleh mutasi gen yang dibawa lewat DNA. Secara genetik, DNA dapat bermutasi akibat faktor internal maupun eksternal. Mutasi DNA secara internal terjadi ketika terjadi kesalahan selama proses replikasi rantai DNA. Secara eksternal, mutasi DNA dapat dipengaruhi oleh paparan sinar UV secara langsung terhadap tubuh. Tak hanya sinar UV, berbagai elemen kimiawi lainnya juga dapat memancarkan radiasi melalui barang-barang elektronik di sekitar Anda. Meski thalasemia bisa ditimbulkan melalui mutasi DNA, penyakit ini masih tergolong langka karena sebagian besar kasus penyakit tersebut diwariskan secara genetis.

Pada wanita, penyebab thalasemia bisa dipicu oleh menstruasi. Wanita tertentu biasanya mengeluahkan darah kotor dalam jumlah berlebihan pada saat haid. Selain jumlah sel darah merah yang berkurag drastis, wanita haid yang tidak mengkonsumsi bahan pangan atau suplemen penambah zat besi pada akhirnya akan mengalami kekurangan darah yang merah yang dapat berujung thalasemia. Tak hanya zat besi, kurangnya asupan asam folat juga dapat memicu terjadinya thalasemia. Berbagai makanan yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan asam folat ialah sayuran hijau mentah dan segar serta organ hati pada kambing, sapi, dan kerbau.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Sering Sakit Kepala Akibat Diet? Kok Bisa?

Secara tak terduga, thalasemia juga dapat disebabkan oleh penyakit lain yang terlebih dahulu telah menyerang tubuh B’timers, seperti penyakit ginjal, lupus, penyakit lammbung, hingga penyakit lainnya pada organ pencernaan manusian seperti radang usus buntu hingga gastritis. Semoga Anda selalu terhindar dari thalasemia maupun penyakit mematikan lainnya ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE