Pemelihara Kucing Miliki Risiko Alami Kebutaan Lebih Tinggi | Breaktime
Pemelihara Kucing Miliki Risiko Alami Kebutaan Lebih Tinggi
28.05.2015

Setujukah Anda B'timers bila menyebut kucing sebagai salah satu hewan paling favorit untuk dipelihara di seluruh dunia? Bahkan tidak jarang para cat lovers suka mengajak kucing piarannya untuk bermain-main di kamar atau juga tidur bareng.

Namun, tim dari University of California, Los Angeles melakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya alergi yang disebabkan oleh kucing. Penelitian ini melibatkan 1.678 sukarelawan dengan kisaran usia antara 50-60 tahun.

Ternyata 14,3% dari peserta menunjukkan kadar immunoglobulin E atau antibodi E yang cukup tinggi pada tubuhnya. Immunoglobulin E ini merupakan sebuah antibodi dalam tubuh mamalia yang merespons kemunculan alergi dan hipersensitivitas tipe 1 terhadap hewan-hewan tertentu.

Dari 14,3% tersebut, rata-rata diperlihatkan oleh para partisipan yang alergi terhadap kucing. Para peneliti juga menemukan bahwa penderita glaukoma atau penyebab kebutaan terbesar di dunia selain katarak juga memiliki kadar antibodi E yang lebih tinggi dalam tubuhnya, dibandingkan dengan orang dengan mata normal.

Bersihkan bulu kucing yang rontok dan menempel di bed
Bersihkan bulu kucing yang rontok dan menempel di bed

Glaukoma muncul ketika cairan di bola mata berhenti mengalir dan memaksa optik untuk bekerja lebih keras yang mengakibatkan saraf-saraf rusak. Kerusakan ini akan bergejolak dan mengenai retina yang  akhirnya menyebabkan kebutaan. Lantas apa hubungannya dengan kucing?

Walaupun sama-sama memiliki bulu dan sering rontok, namun kerontokan bulu pada kucing lebih tinggi dibandingkan anjing atau hewan berbulu lainnya. Bulu-bulu yang rontok tersebut dapat terhirup oleh manusia dan reaksi alami berupa alergi dari dalam tubuh. 

Ketika manusia mengalami alergi terhadap kucing, maka immunoglobulin E dalam tubuhnya akan naik dan menargetkan pada saraf optik. Efek dari naiknya antibodi E ini dapat membuat mata menjadi gatal, merah dan bersin-bersin. Dengan munculnya masalah pada mata tersebut, maka saraf optik akan bekerja lebih keras agar bola mata tidak kering.

Memang sih, para peneliti tidak secara langsung menyebutkan bahwa alergi kucing, tungau debu ,dan glaukoma memiliki hubungan yang terkait, tetapi paparan alergi dengan kondisi serupa terhadap anjing, kecoa atau hewan lainnya lebih rendah dibandingkan kucing. Bahkan para peneliti menganggap anjing lebih sehat dibandingkan dengan kucing.

Walaupun masih belum ditemukan keterkaitan antara alergi kucing dan kebutaan secara jelas, namun ada baiknya buat B'timers yang memelihara kucing untuk lebih memperhatikan sisi kebersihan dan perawatan pada bulu hewan satu ini.

Share This Article