Mengatasi Nyeri Haid yang Sangat Parah? Begini Caranya | Breaktime
Nyeri Haid yang Sangat Parah, Bagaimana Solusinya?
28.07.2015
Dok, kalau aku lagi menstruasi dan mengerjakan banyak aktivitas biasanya sakit perut parah sampai keringat dingin, lemas, tidak bisa berdiri, dan muntah kalau di kasih minum. Jadi biasanya kalau lagi mens aku gak pernah minum air seharian, kadang lihat air aja bisa mual mau muntah dok. Tapi, kalau aku lagi mens dan gak kerjain apa apa, cuma tidur seharian, sakitnya sama sekali gak kerasa dok. Tapi ini cuma di hari pertama aja dok. Kira kira ini ada hubungannya sama ciri ciri salah satu penyakit bahaya gak ya dok, kayak kista gitu? Atau normal? Dan biasanya saya minum panadol menstruasi kalau lagi menstruasi dan banyak aktivitas, sebelum sakitnya muncul. Menurut dokter itu wajar gak kalau aku minum panadol menstruasi itu hampir setiap bulan? Apa ada efek samping berbahaya kalau di konsumsi jangka panjang? Ada cara sehat lain yg bisa sembuhin sakitnya gak dok? Terima kasih.









Nidya Ignesia (21), Medan

Nyeri haid dalam dunia medis disebut dengan dismenore. Berdasarkan penyebabnya, dismenore dibagi menjadi 2 kategori yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder.

Dismenore primer adalah nyeri haid yang tidak disebabkan oleh kelainan tertentu dalam rahim. Nyeri haid ini diakibatkan oleh kontraksi kencang pada otot dinding rahim wanita yang sedang mengalami menstruasi. Pada saat itu, Saat itu tubuh mengeluarkan bahan kimia yang disebut dengan prostaglandin. Nah, prostaglandin inilah yang juga memicu reaksi tubuh dan menimbulkan rasa lemas, mual, muntah, sakit kepala, serta diare.

Perlu diketahui, respon tubuh setiap wanita berbeda saat menstruasi. Pada sebagian wanita, prostaglandin memang diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak sehingga mereka mengalami nyeri yang lebih parah. Tapi jangan khawatir, karena dismenore primer ini dapat pulih dengan sendirinya, biasanya setelah menikah dan melahirkan.

Sedangkan dismenore sekunder adalah nyeri haid yang disebabkan oleh kelainan tertentu dalam sistem reproduksi wanita, misal endometriosis, fibroid, pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim, dll. Pada wanita dengan dismenore sekunder, biasanya ditemukan komplikasi yang lain misal keputihan berbau, demam, nyeri tidak hilang atau bertambah parah setelah mengkonsumsi obat pereda nyeri, dll. Jika terdapat tanda-tanda ini, segera konsultasikan pada dokter sp.Og untuk dilakukan pemeriksaan apakah memang ada kelainan pada sistem reproduksi.

Langkah awal untuk untuk mengatasi nyeri haid yang parah, bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti yang sudah dilakukan penderita. Asal diminum sesuai dosis dan aturan, maka tidak membahayakan.

Nyeri haid bisa diredakan dengan mengompres perut menggunakan air hangat
Nyeri haid bisa diredakan dengan mengompres perut menggunakan air hangat

Selain itu, hindari stres yang dapat memperparah nyeri. Hindari juga makanan dan minuman dingin (es), kopi, serta cokelat pada saat haid agar tidak memperparah nyeri. Untuk meringankan nyeri, lakukan olahraga ringan, mandi air hangat,  konsumsi minuman hangat, pilih makanan rendah garam dan gula, atau kompres bagian bawah perut dengan air hangat.

Baca Juga: Usir Nyeri Haid Dengan Yoga

Mengonsumsi vitamin E juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi nyeri haid. Dosis yang dianjurkan 400-750 IU perhari ( diminum 2 hari sebelum haid, selama 5 hari). Tambahkan dengan vitamin B kompleks. Semoga membantu.

Share This Article