Merokok Sebabkan Impotensi Mitos atau Fakta? | Breaktime
Merokok Bisa Sebabkan Impotensi, Mitos atau Fakta?
20.12.2015

Anda mungkin sudah banyak mendengar tentang merokok yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Hal itu karena asap rokok bisa menyebabkan kerusakan pada setiap jengkal bagian tubuh Anda.

Kandungan bahan kimia yang terdapat pada asap rokok bisa melukai pembuluh darah dan menyebabkan gangguan pada fungsi kerjanya. Bahan kimia tersebut juga bisa membahayakan kinerja jantung, otak, ginjal dan berbagai jaringan lain di seluruh tubuh Anda. Lalu, bagaimana penjelasannya tentang merokok bisa menyebabkan Erectile Dysfunction (ED) atau impotensi pada pria?

Sebenarnya, ED dapat disebabkan oleh berbagai faktor baik fisik maupun psikologis. Faktor fisik yang menyebabkan Diantaranya adalah merokok. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahaya utama merokok untuk kesehatan berasal dari efek bahan kimia yang terdapat di dalamnya. Bahan kimia tersebut menganggu pembuluh darah yang terdapat pada alat kelamin yang kemudian menyebabkan ED.

ED terjadi akibat dari miskinnya pasokan darah yang mengalir dari arteri ke penis akibat bahan kimia dari rokok. Sedangkan ereksi terjadi ketika arteri di penis mengembang karena aliran darah setelah menerima sinyal dari saraf di penis. Saraf tersebut merespon sinyal gairah seksual yang dikirim dari otak. Bahkan jika sistem saraf beroperasi pada kekuatan penuh, ereksi bisa saja tidak terjadi jika pembuluh darah tidak sehat akibat terlalu banyak merokok.

Merokok Sebabkan Impotensi Mitos atau Fakta? | Breaktime
ED tak selalu menyerang pria berusia lanjut

Sementara itu, penelitian Journal of Epidemiology di Amerika menjelaskan bahwa ED cenderung lebih umum menyerang pria berusia lanjut, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada pria muda. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kasus ED terjadi pada pria yang merokok. Sedangkan sebagian kecil sisanya terjadi pada pria yang tidak pernah merokok, yang kemungkina penyebabnya adalah gangguan dari faktor psikologis.

Untungnya, jika Anda berhenti merokok, kesehatan pembuluh darah Anda mungkin untuk meningkatkan. Dengan demikan kesehatan seksual dan kinerja pembulu darah pada alat kelamin Anda akan membaik.

Sedangkan kabar buruknya, jika Anda adalah seorang perokok berat, penelitian tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya ED jauh lebih tinggi. Namun berhenti merokok juga akan meningkatkan gejala ED Anda. Sadarilah bahwa di usia Anda tersebut, tingkat keparahan ED Anda sebelum berhenti merokok, dan masalah kesehatan utama lainnya dapat mengurangi sejauh mana fungsi ereksi yang sehat dapat Anda miliki. (nap)

Share This Article