Mengulik Seluk-beluk Manfaat Khitan | Breaktime
Mengulik Seluk-beluk Manfaat Khitan
02.10.2017

Khitan atau sunat, yang disebut juga dengan circumcision, merupakan proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Selain sebagai bagian tak terpisahkan dari berbagai budaya dan agama di dunia, terdapat banyak mitos yang menyelubungi manfaat sunat. Salah satu mitos yang masih sering terdengar namun terbukti salah-kaprah ialah bahwa prosesi sunat dapat menyebabkan pertambahan tinggi badan anak laki-laki secara drastis pada masa pra-remaja dan meningkatkan kesuburan pria. Di Indonesia, selain sebagai bagian dari adat-istiadat yang dianut mayoritas suku asli, khitan juga merupakan salah satu ritual yang dianjurkan dalam agama Islam yang merupakan agama mayoritas di Indonesia.

Faktanya, khitan memang memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan organ penis pria. Sehingga, tak hanya di Indonesia serta negara-negara Timur atau yang beragama Islam, kini khitan sudah mulai populer dilakukan di negara-negara Barat, meski awalnya banyak orangtua yang menolak melakukan prosedur tersebut pada anak lelaki mereka, sebut saja Putri Diana yang secara tegas menentang ritual khitan. Ahli kesehatan di Amerika sejak tahun 1975 menyatakan bahwa tidak ada keharusan medis bagi anak laki-laki unuk dikhitan, kecuali ada kondisi atau infeksi khusus yang mengharuskan. Hasil laporan organisasi kesehatan dunia WHO pada tahun 2007 menyebutkan bahwa 30% pria di seluruh dunia telah dikhitan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Bahaya Radiasi Wifi, Fakta Atau Mitos?

Terdapat perbedaan rentang usia sunat pada anak laki-laki di seluruh dunia. Di Indonesia, suku Jawa biasanya mengkhitan anak pada usia 7-15 tahun, sedangkan suku Sunda biasanya mengkhitan anak pada usia 3-5 tahun. Di Arab Saudi, anak lelaki dikhitan pada usia 3-7 tahun, di Mesir antara 5-6 tahun, di India antara 5-9 tahun, dan di Iran saat umur 4 tahun. Faktanya, laki-laki jauh lebih baik untuk dikhitan pada saat masih berusia neonatus alias baru dilahirkan. Kebanyakan orangtua mungkin tak tega menyunat bayinya yang masih merah, apalagi karena khitan bayi bukanlah hal yang lumrah terjadi di Indonesia. Padahal, manfaat khitan yang dilakukan pada saat bayi ialah prosesnya pemotongan yang lebih efisien, pencegahan infeksi kuman pada penis yang bisa dilakukan sejak dini, serta tahapan penyembuhan luka yang jauh lebih cepat.

Mengulik Seluk-beluk Manfaat Khitan | Breaktime
Konon, anak laki-laki jauh lebih baik dikhitan saat masih bayi. Benarkah?

Meski banyak diragukan oleh kalangan di luar agama Islam maupun adat-istiadat yang tidak mengharuskan khitan, prosesi tersebut nyatanya bermanfaat untuk menjaga kebersihan organ reproduksi pria. Secara umum, pada penis terdapat smegma yaitu zat berwarna putih dan kental yang berada di bawah kulit ujung penis. Apabila kulup tidak diangkat, smegma yang merupakan tumpukan sel-sel kulit mati tersebut akan membuat penis kotor dan berbau, sehingga rentan terkena infeksi kuman terutama yang menyerang saluran kemih pria. Prosesi sunat juga terbukti mampu meminimalisir risiko peradangan pada bagian kulit dan kulu penis. Peradangan atau yang disebut juga dengan fimosis ini nantinya dapat menyebabkan kanker, terutama pada penis yang tidak disunat. Meski demikian, beberapa kondisi medis seperti mikropenis malah tidak memperbolehkan prosesi khinat pada pria.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Bau Mulut? Ini Penyebab dan Cara Alami Atasinya

Selain sebagai upaya menjaga kebersihan dan pencegahan infeksi kuman, khitan juga wajib dilakukan pada beberapa kondisi medis tertentu, yakni paramifosis dan balanitis. Paramifosis merupakan kondisi pembengkakan pada kepala penis sehingga penis tidak bisa kembali ke bentuk semula, sedangkan balanitis merupakan penyakit berupa peradangan pada penis yang disertai dengan munculnya rasa nyeri saat buang air kecil. Selain kondisi medis tersebut, khitan juga terbukti dapat mengurangi risiko ternjangkirnya penyakit menular pada pria dewasa yang telah sexually active, seperti penyakit herpes, sifilis, serta penyakit menular seksual lainnya. Bagi kaum wanita sendiri, berhubungan dengan pria yang telah circumcised juga mengurangi risiko terjadinya penularan HPV (Human Papilloma Virus) yang dapat menimbulkan kanker serviks.

Uniknya, selain mencegah penularan penyakit menular seksual, manfaat sunat juga berkaitan erat dengan kehidupan ranjang Anda lho, B’timers! Frenulum atau kulup yang tidak dipotong pada pria yang tidak dikhitan biasanya rentan terluka atau bahkan sobek pada saat berhubungan. 95% pria heteroseksual membocorkan rahasia bahwa para wanita mengaku lebih puas berhubungan dengan pria yang sudah disunat, dibandingkan dengan pria yang belum disunat. Penis yang telah dikhitan rupanya cenderung tidak sesensitif penis yang belum disunat sehingga Anda dan pasangan dapat bercinta dengan kurun waktu yang lebih lama.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Atasi Mulut Kering dengan Mengenali Penyebabnya

Kini masihkah B’timers ragu untuk melakukan proses khitan pada anak laki-laki sedini mungkin? (dee)



artikel kompilasi
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE