Menguak Mitos Kanker Payudara yang Sering Disalah pahami | Breaktime
Menguak 6 Mitos Kanker Payudara yang Sering Disalah pahami
18.10.2015

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang kaum wanita, meski tak menutup kemungkinan menyerang pria juga. Untuk itu, Anda perlu mengetahui informasi yang benar seputar kanker payudara supaya bisa mencegahnya:

1. Kanker payudara lebih menakutkan dibanding penyakit lain

Sebuah penelitian  menunjukkan bahwa kaum wanita lebih takut terhadap kanker payudara dibandingkan penyakit lainnya. Faktanya, lebih banyak perempuan yang meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan kanker payudara. Namun, kedua penyakit tersebut menuntut Anda untuk menjalani pola hidup sehat untuk mencegahnya.

Menguak Mitos Kanker Payudara yang Sering Disalahpahami | Breaktime
Sekitar 85% penderita kanker payudara tidak memiliki riwayat kanker payudara

2. Kanker payudara merupakan penyakit genetik

Berdasarkan American Cancer Society, risiko kanker payudara akan meningkat dua kali lipat pada mereka yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarganya, baik ibu, saudara, ataupun anak. Meskipun begitu, 85 % dari wanita yang menderita kanker payudara sama sekali tak memiliki riwayat keluarga menderita kanker.

3. Kanker payudara pada pria

Pria memiliki risiko kanker payudara dengan rasio 1:1000. Meskipun terbilang angka yang kecil, tapi kanker payudara pada pria lebih sulit disembuhkan. Menurut penelitian, 1 dari 4 pria penderita kanker payudara meninggal akibat penyakit ini. Hal ini salah satunya karena diagnosis dan penanganan yang terlambat.

4. Tidak semua benjolan adalah gejala kanker

Benjolan yang terjadi pada payudara sering dikaitkan dengan gejala kanker payudara. Namun, tak semua benjolan merupakan gejala kanker. Hanya 2 dari 10 benjolan yang merupakan gejala kanker, 8 lainnya bisa berupa radang payudara, kista, gumpalan darah karena trauma, ataupun jaringan parut.

Begitu pula dengan nyeri pada payudara. Umumnya, nyeri yang terjadi timbul akibat pengaruh hormonal dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan kanker payudara.

Menguak Mitos Kanker Payudara yang Sering Disalahpahami | Breaktime
Mammogram merupakan langkah tepat untuk menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara

5. Risiko kanker payudara dan usia

Kanker payudara bisa menyerang siapa saja pada umur berapa saja. Namun, semakin bertambah usia, risiko kanker payudara juga akan semakin meningkat. Wanita berusia 20 tahun memiliki resiko kanker dengan rasio 1 dari 1.760. Namun, ketika menginjak usia 30 risiko akan meningkat menjadi 1 dari 229, serta 1 dari 69 pada usia 40.

6. Mammogram menurunkan angka kematian akibat kanker payudara

Mengingat resiko yang semakin tinggi saat umur bertambah, mammogram merupakan jawaban untuk menurunkan risiko kanker payudara. Bahkan, risiko kematian akibat kanker payudara dapat diturunkan 30 hingga 40 persen pada wanita berumur 40 sampai 70. Untuk itu, jangan ragu untuk melakukan mammogram secepatnya.

Meskipun termasuk penyakit mematikan, kanker payudara dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan diobati dengan penanganan yang tepat. Menghindari rokok dan alkohol juga dapat menurunkan risiko kanker payudara.

Share This Article