Mengenal Pneumonia, Penyebab di Balik Meninggalnya Andrie Djarot | Breaktime
Mengenal Pneumonia, Penyebab di Balik Meninggalnya Andrie Djarot
12.05.2015

Setelah seorang jurnalis dari RRI bernama Rahman Kamaru meninggal dunia di awal Mei 2015 lalu, kembali dunia pers dikejutkan dengan berita meninggalnya salah seorang presenter dari stasiun TV swasta, Trans7.

Tepatnya pada hari ini (12/05) pukul 01.50 WIB, Andrie Nugraha Djarot atau yang akrab disapa Andrie Djarot menghembuskan napas terakhirnya setelah berkutat dengan penyakit pneumonia yang lama dideritanya.

(Baca juga: 3 Kiat Aman Berlatih Yoga Di Rumah)

Andrie Djarot
Andrie Djarot

Tentunya B’timers akan bertanya-tanya, apa itu pneumonia yang sebabkan Andrie Djarot meninggal dan juga seperti apa gejalanya dari penyakit tersebut?

Pneumonia yang juga disebut dengan nama radang paru-paru ini adalah kondisi di mana terdapat infeksi virus, bakteri atau juga mikroorganisme lain terhadap paru-paru dan menyebabkan inflamasi atau dalam dunia medis disebut juga dengan istilah alveolus. Pada rongga paru-paru penderita pneumonia, terdapat kantong-kantong udara kecil yang penuh dengan cairan.

Gejala umum orang yang menderita radang paru atau pneumonia adalah sering batuk, merasa nyeri pada bagian dada, mengeluarkan dahak kental yang terkadang disertai darah, demam sampai dengan kesulitan bernapas seperti yang dialami oleh orang-orang penderita asma.

Pneumonia dapat diderita seseorang ketika orang tersebut sering menggunakan ventilator mekanik, kebersihan di sekitar tempat tinggal yang tidak terjaga, rokok, pengonsumsian obat-obatan untuk menekan asam lambung secara berlebih dan juga penggunaan antibiotik dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu yang lama.

Pneumonia juga termasuk salah satu penyakit mematikan di dunia karena setiap tahunnya ada sekitar 450 juta orang penderita radang paru yang 4 juta di antaranya meninggal dunia. Banyak orang yang menyepelekan gejala-gejala awal pneumonia dan menganggapnya sebagai sakit seperti pada umumnya dan baru akan memeriksakan dirinya ke dokter ketika sakitnya itu bertambah parah.

Bagi penderita pneumonia dianjurkan untuk menggunakan pneumococcal conjugate vaccine (PCV) sebagai pelawan bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumococcus), penyebab pneumonia atau juga menggunakan Prevnar atau Prevenar dan Synflorix. Ketiga vaksin ini dijual bebas di pasaran. Namun, untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang penyakitnya atau pun cara penanganan dan perawatan, maka lebih baik berkonsultasi langsung dengan dokter. 

Share This Article