Mata Sering Kedutan, Ada Apakah Gerangan? | Breaktime
Mata Sering Kedutan, Ada Apakah Gerangan?
29.09.2015

Pernahkah B’timers mengalami bagian kelopak mata bergerak-gerak tanpa kontrol alias kedutan? Sejumlah mitos seringkali menyangkut-pautkan kedutan dengan pertanda kebaikan atau keburukan yang akan menimpa seseorang. Padahal, dari sisi sains ada banyak faktor serta penjelasan ilmiah yang menyebabkan seseorang mengalami kedutan.

Di dunia medis, kedutan juga dikenal dengan istilah blepharospasm. Menurut Dr. Karen Wolfie, penulis buku “Create The Body Your Soul Desires”, terjadinya kedutan pada mata merupakan pertanda tubuh Anda sedang mengalami gangguan ringan. Umumnya, hal ini dikarenakan tubuh tengah mengalami stres, kurang tidur, atau terlalu lama melihat layar komputer.

Alberto Martinez, MD, seorang spesialis mata serta juru bicara American Academy of Ophthalmology juga menambahkan bahwa mata iritasi, kering, dan ketegangan mata sering menjadi pemicu kedutan.

Istirahat cukup bantu mengatasi kedutan
Istirahat cukup bantu mengatasi kedutan

Saat kedutan, terjadi kontraksi yang melibatkan otot orbicularis oculi sehingga serabut saraf di dalam otak mengalami kontraksi sesaat. Denyutan pembuluh darah tiba-tiba mengalami kontraksi yang membangkitkan aliran listrik melalui nervus facialis yang membuat mata kejang selama sesaat.

Secara umum, Burt Dubow, spesialis mata dari Contact Lens and Cornea Section of the American Optometric Association, kedutan bukanlah masalah medis yang serius. Cara penanganannya pun cukup simple seperti:

  • Istirahat cukup
  • Mengompres mata dengan air hangat
  • Mengurangi asupan kafein
  • Menghindari rokok maupun alkohol.

Hanya saja, kedutan akan dianggap berbahaya jika berlangsung secara terus-menerus dalam waktu lama. Hal ini bisa menjadi pertanda bahwa seseroang tersebut tengah mengalami gejala gangguan syaraf. Sampai saat ini, belum ditemukan cara ampuh untuk mengatasinya secara efektif.

Namun, dokter umumnya memberikan resep toksin botulinum (Botox atau Xeomin) guna mengatasi blepharospasm jinak . Pengobatan jenis ini pun telah disetujui oleh sejumlah rumah sakit di Amerika Serikat dan Kanada. Bahkan, Botox juga dianjurkan bagi pasien yang menderita kejang hemifacial.

Saat obat tersebut disuntuikkan ke dalam otot mata, kedutan akan berkurang selama beberapa bulan. Namun, efek tindakan medis ini umumnya akan bertahap memudar sehingga perlu dilakukan suntik ulang. Selain itu, ada pula pengobatan alternatif untuk mata kedutan jinak seperti:

  • Biofeedback
  • Akupuntur
  • Hipnosis
  • Chiropractic
  • Terapi Nutrisi

Namun, jika pengobatan medis dan alternatif tersebut tak kunjung membuahkan hasil, maka operasi menjadi pilihan. Dokter akan melakukan myectomy, yakni pembedahan dengan cara pembuangan beberapa otot dan saraf kelopak mata.

Well, ternyata kedutan bisa sekompleks ini ya, B’timers?

Share This Article