Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini | BReaktime
Mamografi, MRI, dan SADARI, Apa Sih Fungsinya?
11.10.2015

Anda mungkin masih asing dengan mamografi, tapi bagaimana dengan kanker payudara? Anda tentu sering mendengarnya bukan? Mamografi merupakan salah satu langkah tepat untuk mengatasi kanker payudara karena memiliki fungsi sebagai deteksi dini kanker payudara. Bahkan, penelitian membuktikan bahwa mamografi dapat menurunkan angka kematian akibat kanker payudara hingga 40 persen.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melakukan mamografi? Ketika telah terjangkit atau jauh sebelumnya? Khoo Kei Siong, dokter ahli onkologi dari Rumah Sakit Gleneagles, Singapura, mengatakan bahwa mamografi sebaiknya dilakukan rutin pada wanita berusia lebih dari 40 tahun.

Wanita diatas 40 tahun, sebaiknya secara rutin melakukan mamografi tiap satu atau dua tahun sekali. Sayangnya, masih banyak yang beranggapan mamografi dapat meningkatkan resiko kanker payudara karena menggunakan sinar-X. Padahal sinar-X yang digunakan oleh mamografi berdosis sangat rendah. Selain itu, di dunia medis mamografi merupakan standar pemeriksaan kanker payudara yang bisa mendeteksi adanya tumor.

Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini | BReaktime
Sayangi payudara Anda dengan deteksi dini kanker payudara

Sedangkan, untuk wanita muda, dibawah 40 tahun, mamografi tidak akan efektif karena jaringan payudara masih padat. Untuk itu, wanita dibawah 40 tahun disarankan untuk melakukan MRI jika menginginkan deteksi dini akan kanker payudara.

Disamping mamografi dan MRI, ada baiknya jika setiap wanita sadar dan mampu melakukan pemeriksaan terhadap payudaranya sendiri. Dengan teknik yang di sebut SADARI (pemeriksaan payudara sendiri), para ibu diharapkan mendorong anak gadisnya untuk melakukan hal ini sejak memasuki masa pubertas.

Untuk melakukan SADARI, waktu terbaik adalah pada hari ke-7 hingga hari ke-10 setelah menstruasi. Sedangkan bagi wanita menopause, SADARI dapat dilakukan secara rutin tiap bulan pada tanggal yang sama. Dengan begitu, wanita akan sadar jika ada perubahan pada payudaranya, termasuk benjolan dan nyeri ketika nyeri.

Yuk, wanita Indonesia, lakukan SADARI, MRI dan mamografi! Semakin cepat ditangani, kanker payudara memiliki peluang lebih besar untuk sembuh. (dfr)

Share This Article