Makanan Enak Satu Ini Diyakini Berpotensi Picu Kanker | Breaktime
Makanan Enak Satu Ini Diyakini Berpotensi Picu Kanker
07.10.2015

Jika dikatakan bahwa merokok sampai dengan pengonsumsian alkohol dapat mengakibatkan kanker, ternyata tidak hanya itu saja. Ada satu jenis makanan yang sangat populer dan mungkin disukai banyak orang tetapi juga menurut pakar kesehatan dapat memicu kanker.

Di tahun 2013 lalu, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh para pakar medis dari Sunlight, Nutrition, and Health Research Center, San Francisco menjelaskan bahwa makanan berbahan dasar hewani memiliki kontribusi tinggi terhadap pertumbuhan kanker. Bahkan para pakar tersebut juga mengungkapkan bahwa bahan makanan berjenis hewani ini merupakan ‘penyumbang’ kasus kanker dari berbagai negara sampai dengan 70%!

Walaupun daging-dagingan dipercaya memiliki kandungan tinggi protein, seng, fosfor, zat besi dan vitamin B12, akan tetapi jika seseorang mengonsumsinya secara berlebihan, maka dapat berakibat buruk bagi kesehatan.

Penelitian dari Sunlight, Nutrition, and Health Research Center, San Francisco tersebut diperkuat lagi dengan penelitian yang sama di University of California.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengemukakan bahwa ada unsur gula dalam daging merah yang disebut dengan Neu5Gc. Unsur satu ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem imun manusia yang bertugas untuk menangkal serangan bakteri dan virus serta pertumbuhan sel-sel yang abnormal lainnya.

Beberapa penelitian mengatakan bahwa makan daging merah dapat memicu kanker
Beberapa penelitian mengatakan bahwa makan daging merah dapat memicu kanker

Ketika sistem imun atau kekebalan tubuh sudah terganggu, maka sel-sel kanker dapat tumbuh dengan cepat dan menyebar ke berbagai jaringan dan sel di dalam tubuh lainnya.

Selain dua penelitian tersebut, para pakar dari Alberta Health Service juga mengatakan bahwa di dalam daging merah mengandung pigmen bernama haem yang dapat mengganggu pencernaan serta meningkatkan produksi bakteri jahat di dalam tubuh. Tidak hanya itu saja, jika B’timers salah dalam memasak daging merah, maka kandungan nitrat dan nitrit yang diyakini dapat meningkatkan risiko kanker.

Akan tetapi anggapan bahwa daging merah dapat memicu kanker tersebut tidak secara langsung diterima oleh banyak kalangan. Ada pihak-pihak yang tidak setuju akan hasil dari penelitian tersebut. Salah satunya berasal dari seorang pakar nutrisi bernama Brian Rigby.

Dia menjelaskan bahwa memakan daging merah tidak menyebabkan atau memicu kanker karena justru kandungan dalam daging dapat meningkatkan IGF-1 atau singkatan dari insulin 1. Akan tetapi, walaupun dapat meningkatkan kadar insulin 1, IGF-1 juga berpotensi mengembangkan sel-sel kanker yang sebelumnya sudah ada.

“Jadi bukan memicu tetapi hanya mengembangkannya saja,” ujar Rigby.

Tentunya apa yang dijadikan perdebatan para pakar medis tersebut menjadikan B’timers ragu untuk menyantap makanan daging merah, bukan? Akan tetapi jika Anda mengonsumsinya dengan jumlah yang wajar dan memasaknya secara sehat, pastinya risiko-risiko tersebut dapat diminimalisir.

Share This Article