Makanan Bisa Jadi Terapi untuk Kesehatan, Lho! | Breaktime
Makanan Bisa Dijadikan Terapi untuk Kesehatan, Lho!
10.11.2015

Apa yang B’timers butuhkan saat merasa lapar? Apa yang bisa menjadi sumber energi untuk tubuh? Makan. Ya, makanan sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi kita. Tak hanya berfungsi sebagai asupan yang menjadi “bahan bakar” untuk tubuh, ternyata makanan juga bisa menjadi terapi kesehatan yang ampuh, lho! Kok bisa?

Ya, barangkali selama ini kita hanya merasakan manfaat makanan untuk mengenyangkan perut. Padahal, sebenarnya makanan juga punya efek terapi yang sangat baik untuk kesehatan. Mungkin terdengar asing dan bahkan aneh. Namun, setiap makanan memang memiliki kandungan nutrisi yang sekaligus memenuhi kebutuhan psikologis Anda. Bagaimana makanan bekerja melakukannya?

Makanan menyeimbangkan tubuh kembali

Sebagai manusia, terkadang kita memang tidak imbang. Misalnya saja, kadang kita terlalu pintar atau terlalu emosional, kadang juga terlalu maskulin atau terlalu feminin, bisa juga terlalu tenang atau bersemangat. Nah, mengonsumsi makanan yang terasa enak di lidah tak hanya membuat perut terasa kenyang, namun juga dapat memenuhi kebutuhan fisik yang kadang sulit kita penuhi.

Makanan menghubungkan kita dengan bagian diri kita yang penting namun sulit dipahami

Manusia memang sangat kompleks. Setiap orang pasti punya masa lalu dan juga kehidupan di masa sekarang. Terkadang, hal itu juga yang membuat ingatan kita menurun seiring bertambahnya usia. Sejumlah makanan dapat menyediakan akses menuju area psikologis kita. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat, Anda bisa lho, perlahan kembali mengingat masa-masa lalu yang terlupakan.

Makanan Bisa Jadi Terapi untuk Kesehatan, Lho! | Breaktime
Makanan sebenarnya punya nilai filosofis yang tinggi

Makanan membantu mengubah hidup kita

Makanan juga menjadi sumber filosofi. Saat kita tengah berusaha mengubah hidup kita, makanan juga turut berperan penting. Mungkin kita memang perlu bekerja, bersosialisasi, rekreasi, untuk menjalani hidup dengan baik. Namun, makanan juga bisa memberikan manfaatnya. Makanan bisa ikut menghubungkan kita dengan orang lain, misalnya saat Anda berbagi makan siang dengan teman serta memberikan makanan kepada anak-anak yatim piatu.

Makanan membantu kita lebih mengenal diri sendiri

Semua berawal dari menerima makanan yang diberikan orang lain dengan harapan kita menyukainya. Tetapi, bukankah B’timers pernah membeli menu makanan baru dan setelah mencicipinya ternyata Anda tidak menyukai rasanya? Nah, inilah yang membuat memasak jadi sebuah kegiatan yang penting bagi Anda. Belajar memasak bisa sekaligus membuat Anda memahami makanan seperti apa yang Anda butuhkan dan bagaimana agar rasanya enak.

Makanan adalah bentuk komunikasi

Terkadang, ada saat-saat di mana kita sulit untuk berbicara dan menyampaikan maksud hati. Mungkin Anda ingin menunjukkan rasa terima kasih kepada seseorang, atau sekedar mengekspresikan imajinasi Anda. Makanan bisa menjadi mengungkapkan apa yang ada di hati namun tak terucap oleh kata. Anda bisa memberikan makanan yang manis atau makanan favorit seseorang kepadanya untuk mengungkapkan rasa bersyukur dan terima kasih Anda.

Seperti itulah makanan bisa sekaligus menjadi terapi kesehatan bagi Anda. Mungkin B’timers harus benar-benar meresapi untuk bisa memahami betapa makanan sebenarnya punya nilai filosofis yang tinggi. (md)

Share This Article