Luka Susah Sembuh? Hati-Hati Hemofilia! | BREAKTIME
Luka Susah Sembuh? Hati-Hati Hemofilia!
16.04.2015
“Do-gooding is like treating hemophilia - the real cure is to let hemophiliacs bleed to death...before they breed more hemophiliacs”

-Robert A Heinlein-

B’timers, saat Anda terjatuh dan terluka, secara otomatis bagian kulit yang terbuka akan mengeluarkan darah. Namun hal ini biasanya tidak berlangsung lama karena tubuh akan melakukan pembekuan darah melalui pengerutan pembuluh di sekitar luka. Sel-sel pembeku darah ini akan membentuk sebuah jaring yang menutupi luka sehingga darah tidak terus mengucur.

Namun hal ini tidak terjadi pada penderita hemofilia. Penyakit kelainan darah ini membuat tubuh kesulitan untuk membekukan darah, sehingga luka tidak akan menutup dengan cepat. Mengerikan sekali, bukan?

Penyebab dari penyakit satu ini adalah faktor genetik dan turunan dari ibu yang sudah membawa gen hemofilia dan menularkannya melalui darah sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Secara umum, ada 3 jenis penyakit hemofilia (A, B, C) yang dibedakan berdasarkan defisiensi sel pembeku darah. Namun, hemofilia A mendominasi dari 80% kasus keseluruhan.

Luka Susah Sembuh? Hati-Hati Hemofilia! | BREAKTIME
Lebam menjadi salah satu tanda awal hemofilia

Tanda paling umum dari hemofilia adalah munculnya lebam berwarna biru pekat pada beberapa bagian tubuh, khususnya di persendian yang menandakan terjadinya pendarahan di bawah kulit. Bagi orang normal, lebam tersebut akan hilang dalam hitungan hari atau jam. Namun pada penderita hemofilia, justru akan muncul bengkak kemerahan di sekitar lebam tersebut. 

Penyakit ini jelas sangat berbahaya, sebab luka yang tak kunjung sembuh akan membuat seseorang kehilangan banyak darah. Maka dari itu, jika B’timers melihat gejala serupa dialami buah hati, secara lakukan pemeriksaan secara menyeluruh, ya!

Share This Article