Lakukan Ini Jika Kesakitan Saat Orgasme! | Breaktime
Lakukan Ini Jika Kesakitan Saat Orgasme!
15.05.2016

Bercinta adalah hal yang selalu membahagiakan untuk pasangan. Demi keharmonisan di ranjang, mereka selalu melakukan yang terbaik agar masing-masing pasangan puas. Sayangnya, ada beberapa masalah yang dihadapi saat beraktivitas di ranjang, salah satunya mengalami rasa sakit saat mencapai klimaks atau orgasme. Lantas, apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi secara berkepanjangan?

Untuk menjawab rasa penasaran para wanita yang mengalami hal tersebut, seorang editor kesehatan medis, Roshini Rajapaksa, MD, yang juga seorang profesor kedokteran di NYU School of Medicine membantu memberikan jawaban.

Lakukan Ini Jika Kesakitan Saat Orgasme! | Breaktime
Kram perut bisa menjadi penyebab

Meskipun alasannya tidak selalu sama pada setiap kasus, namun perlu diketahui bahwa ada kemungkinan wanita mengalami kram yang menyakitkan dalam perut bagian bawah mereka sehingga menimbulkan rasa sakit selama atau setelah orgasme. Nah, kram tersebut juga mendorong terjadinya kontraksi otot panggul Anda selama orgasme dan rasa sakit terjadi karena kejang otot.

Tak hanya itu, penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan pil KB rendah estrogen dengan nyeri saat orgasme. Beberapa wanita mulai merasakan nyeri panggul saat berhubungan seks ketika produksi esterogen turun selama masa menopause.

Lakukan Ini Jika Kesakitan Saat Orgasme! | Breaktime
Konsultasikan dengan dokter

Bagaimana cara mengatasinya?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika Anda mengalami sakit saat orgasme, B’timers. salah satunya dengan meminum obat anti-inflamasi sebelum melakukan hubungan seks. Obat anti-inflamasi dapat membantu mengurangi rasa sakit saat orgasme. Selain anti-inflamasi, obat anti-depresan juga dikenal manjur mengurangi rasa sakit tersebut.

Namun, jika Anda tidak suka terlalu banyak bergantung pada obat kimia, terapi fisik pada dasar panggul adalah pilihan lain yang bisa dilakukan. Anda juga sebaiknya menemui dokter untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki kondisi ginekologi yang mungkin menjadi dasar penyebab rasa sakit tersebut, seperti kista ovarium, endometriosis, atau infeksi. Semoga jawabannya membantu ya, B’timers! (nap)

Share This Article