Terobosan Baru, Kursi yang Dapat Menenangkan Autisme | Breaktime
Kursi “Ajaib” Ini Bisa Bantu Menenangkan Anak Dengan Autisme
01.07.2015

Mungkin kadang kita merasa bingung saat harus menghadapi anak-anak dengan autisme atau autism spectrum disorder (ASD). Umumnya anak dengan autisme lebih mudah merasa gelisah dan susah untuk diam. Terkadang, kita juga sulit memahami apa yang dipikirkan dan diinginkannya. Namun, baru-baru ini diciptakan sebuah terobosan khusus untuk mereka dalam bentuk kursi.

Tentu B’timers jadi penasaran bagaimana sebuah kursi bisa membantu anak yang mengalami autisme. Rupanya, kursi ini memang didesain khusus dengan kemampuan memberikan sentuhan dalam bentuk tekanan yang terasa saat diduduki. Tekanan ini lebih terasa seperti pelukan dan itulah yang membuat anak merasa nyaman.

Kursi yang diberi nama “Sensory Lounger” tersebut merupakan kursi berlengan panjang yang dilengkapi dua kantung udara. Kedua kantung udara ini dapat menggembung secara otomatis saat diduduki dan “memeluk” anak sehingga menimbulkan perasaan yang tenang dan nyaman. Rasanya memang seperti pelukan sungguhan yang sangat hangat.

Kursi “Sensory Lounger” didesain khusus untuk anak autis
Kursi “Sensory Lounger” didesain khusus untuk anak autis

Kursi ini diperkenalkan oleh Stuart Jackson, seorang businessman dari Kansas yang memiliki seorang anak dengan autisme. Dijelaskan dalam situs resmi perusahaan yang memproduksi kursi tersebut, 90 persen dari orang autis juga mengalami gangguan sensorik. Ini menyebabkan sinyal sensorik, seperti penciuman atau penglihatan, tidak mampu merespon dengan baik sehingga memicu stres.

Hal ini bisa diatasi dengan memberikan “tekanan dengan sensasi sentuhan yang terasa dalam” untuk menenangkan mereka. Ini bisa membantu melepaskan serotonin dan dopamine di dalam otak, yaitu senyawa kimia yang memproduksi perasaan rileks. Selain itu, sentuhan seperti itu juga dapat menurunkan tekanan darah dan memperlambat denyut jantung.

Itulah yang mendasari konsep “pelukan” untuk desain kursi ”Sensory Lounger”. Meski ada terapi khusus untuk anak autis, kadang “sentuhan” yang mereka berikan tak memberikan efek yang maksimal. Karena itulah, Jackson berharap kursi tersebut dapat membantu anak-anak dengan autisme.

Share This Article