Kurangi Pedas dan Sensasi Terbakar di Mulut dengan Air Hangat, Mitos atau Fakta? | Breaktime
Kurangi Pedas dan Sensasi Terbakar di Mulut dengan Air Hangat, Mitos atau Fakta?
20.06.2015

Masakan pedas adalah salah satu jenis makanan yang memiliki penggemar yang tidak sedikit di tanah air. Berbagai macam makanan yang dapat ‘membakar’ rongga mulut, lidah sampai dengan perut tersedia untuk disantap.

Memang sih, apabila B’timers belum pernah makan masakan dengan bumbu pedas, yang akan dirasa pertama kali adalah rasa sakit dan terbakar di bagian lidah. Namun, tidak sedikit yang ketagihan dan ingin merasakan sensasi lebih, yaitu tambahan level pedas pada makanan tersebut dengan menambahkan sambal atau apapun yang dapat membuat masakan itu lebih ‘membara.’

Uniknya, dari para pecinta masakan pedas dengan level rendah sampai dengan yang sudah tingkat ekstrem, ketika sudah tidak kuat lagi menahan sensasi panas menggigit dari makanan pedas yang dia santap, hal pertama yang dicari adalah minuman, baik berupa air putih atau sejenisnya. Bahkan banyak pula yang mencari air es atau air dingin untuk mendinginkan bagian mulut yang mengalami sensasi terbakar itu.

Walaupun terasa menyakitkan, namun pedas juga memiliki banyak manfaat
Walaupun terasa menyakitkan, namun pedas juga memiliki banyak manfaat

Sayangnya, mengonsumsi air dingin ketika kepedasan adalah bukan suatu langkah yang baik. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengeliminasi rasa pedas tersebut, seperti makan nasi putih, makan makanan atau minum minuman yang mengandung lemak, seperti susu atau selai kacang, minum minuman asam, dan konsumsi mentimun. Akan tetapi apabila semuanya itu sedang tidak dipunyai, ada satu lagi langkah yang dapat diambil, yaitu minum minuman hangat atau sedikit panas.

Pastinya B’timers akan bertanya-tanya kenapa minum minuman hangat atau sedikit panas dapat menetralisir rasa pedas di dalam mulut?

Rasa pedas yang dihasilkan oleh suatu makanan, seperti merica, cabai atau sejenisnya, ketika masuk ke dalam mulut, maka akan menstimulasi daerah di rongga hidung dan faring kemudian memberikan efek panas pada permukaan lidah. Dikarenakan tingkat reseptor setiap manusia berbeda, maka berbeda pula cara seseorang dalam menerima tingkat panas dan ‘sakit’ pada rongga mulut, kerongkongan dan perut yang dihasilkan oleh makanan pedas.

Ketika rasa pedas sudah tidak dapat ditolerir, dengan meminum minuman dingin, maka rasa panas pada lidah tersebut memang akan sedikit hilang, namun ketika efek dari dinginnya minuman hilang, maka tingkat pedas akan semakin bertambah berkali-kali lipat. Oleh karenanya disarankan untuk meminum minuman hangat atau sedikit panas untuk dapat meredusi tingkat panas dan pedas yang ada di dalam mulut.

Air panas juga bagus untuk meredakan sakit perut para wanita ketika datang bulan tiba
Air panas juga bagus untuk meredakan sakit perut para wanita ketika datang bulan tiba

Menurut penelitian para pakar dari University College London, efek dari minuman panas atau hangat yang diterima oleh saraf lidah dan rongga di dalam mulut akan segera memblokir pesan berupa rasa sakit ke otak secara otomatis.

“Panas (minuman panas) tidak hanya menyediakan rasa nyaman dan memiliki efek plasebo saja, akan tetapi dapat juga mematikan rasa sakit pada tingkatan molekular dan dalam dunia medis sering digunakan sebagai pain killer,” ujar Dr Brian King, salah satu dari peneliti yang ikut dalam penelitian tersebut.

Walaupun belum ada bantahan atau juga penelitihan lanjutan akan manfaat minum minuman panas untuk menghentikan sensasi panas dan kepedasan, dalam praktiknya, tidak sedikit dari masyarakat di Indonesia yang sudah menerapkan dan menggunakan cara satu ini. Penasaran ingin mencoba?

Share This Article