Kurang Tidur Sebabkan Mood Tidak Karuan, B'timers! | Breaktime
Kurang Tidur Sebabkan Mood Tidak Karuan, B'timers!
19.10.2015

Kebiasaan tidur larut atau bahkan tidak tidur sama sekali itu tidak baik untuk kesehatan otak. Selain buruk untuk kesehatan otak, kondisi psikis seseorang juga ikut menurun. Salah satu pengaruhnya adalah pada mood dan cara berpikir. Saat seseorang kurang istirahat, maka otak akan menjadi lebih waspada sehingga rasa curiga pada seseorang akan lebih tinggi.

Kecurigaan yang tinggi ini tentunya akan berdampak buruk dalam hubungan sosial, apalagi saat rasa curiga yang berlebih ini muncul ketika berinteraksi dengan orang yang kita sayang. Sedangkan pada mood, seseorang yang kurang istirahat perubahan moodnya akan lebih cepat dan tak terduga. Satu menit yang lalu mungkin Anda merasa senang dan hari yang Anda jalani adalah hari yang paling indah. Tapi beberapa saat kemudian itu semua hancur dan membuat Anda berpikir bahwa hari ini adalah hari yang paling sial dalam hidup Anda.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of North, Texas seseorang yang mengalami insomnia atau kurang tidur akan 10 kali lebih mudah terserang depresi. Selain depresi ia juga berpotensial 17 kali lebih mudah untuk merasa gelisah. Gelisah yang dimaksud adalah merasa bahwa di sekelilingnya terdapat banyak ancaman sehingga ia harus tetap waspada.

Kurang Tidur Sebabkan Mood Tidak Karuan, B'timers! | Breaktime
Berawal dari tidur yang kurang, mood seseorang akan tidak stabil

Perubahan mood tersebut masih dalam kategori biasa, B'timers. Namun ketika seseorang sudah sangat jarang mengontrol jam istirahatnya, perubahan mood akan semakin parah dan berujung pada sikap mudah tersinggung serta mudah marah.

Masih ada pengaruh buruk lainnya dari segi kesehatan tubuh seperti organ tubuh yang mulai menghancurkan dirinya sendiri atau sel-sel tubuh mulai mati satu persatu. Oleh karena itu, pastikan Anda tidur cukup untuk mendapatkan hari yang menyenangkan dengan mood stabil.

Share This Article